32 Tim Ikuti Open Turnamen Badminton “Satria Tubagus CUP II” Cukupi Kebutuhan Hingga Akhir Tahun, Bulog Kancab Kuala Tungkal Sediakan Beras Ratusan Ton Bupati Anwar Sadat Sambut Kunjungan Audiensi IPP-TJB Buka TC MTQ, Ini Harapan Anwar Sadat ke Para Kafilah Atasi Kelangkaan BBM di Tanjabbar, Pemda Bentuk Tim Satgas

Home / Peristiwa / Tanjabbar

Senin, 13 Juni 2022 - 12:53 WIB

7 Kecamatan di Tanjabbar Rawan Karhutla

TANJABBAR – Kabupaten Tanjung Jabung Barat, merupakan salah satu wilayah di provinsi Jambi, yang rawan akan terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Rawannya Tanjung Jabung Barat, sebagai wilayah Karhutla, dikarenakan wilayah ini sebagian besar merupakan daerah yang miliki lahan gambut yang mudah terbakar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Barat, Zulfikri. Ia menyebutkan memasuki musim kemarau sejumlah wilayah di Tanjabbar masuk dalam kategori rawan Karhutla.

” Tanjabbar selama ini termasuk wilayah rawan terjadinya Karhutla, di provinsi Jambi.”. Ujarnya.

Dikatakannya, adapun sebaran tingkat titik kerawanan Karhutla di Tanjabbar berada di 7 Kecamatan yang tersebar di 29 desa.

” Ada 7 Kecamatan masuk kategori rawan Karhutla, Diantaranya, Batang Asam, Senyerang, Betara, Pengabuan, Tebingtinggi, Kuala Betara dan Bramitam.” Sebutnya.

Baca Juga :  Pangdam II Swj Berharap Jangan Ada Konflik di Pilkada Jambi

Berdasarkan data BPBD Tanjabbar tahun 2022, kata Zulkifli, Kecamatan Betara merupakan wilayah paling banyak rawan terjadinya karhutlah.

” Desa yang rawan Karhutla di Kecamatan Betara, yakni Desa Bunga Tanjung, Serdang Jaya, Terjun Jaya, Sungai Yerap, Teluk Kulbi, Muntialo, Lubuk Terentang dan Kelurahan Mekarjaya. Sedangkan untuk Kecamatan Kuala Betara yaitu Desa Sungai Gebar Barat dan Suaklabu.” Ungkapnya.

Sementara itu, untuk Kecamatan Bramitam Ujar Zulkifli ada dua desa, Bramitam Kanan dan Bram Itam Raya. Kecamatan Pengabuan diantaranya, Desa Suaksamin, Parit Bilal, Parit Pudin dan Sungaibaung. Untuk Kecamatan Senyerang terdapat tiga wilayah yakni, Margorukun, Lumahan dan Kelurahan Senyerang.

Sedangkan untuk wilayah Ulu, terdapat tujuh desa di Kecamatan Batang Asam rawan karhutla, yaitu, Desa Suban, Sungai Penoban, Rawang Kempas, Sri Agung, Lubukbernai, Tanjung Bojo dan Sungai Ari.

Baca Juga :  Larangan Mudik Berakhir, Penumpang dari Batam Tiba di Pelabuhan RoRo Tungkal

” Kemudian untuk wilayah Kecamatan Tebing Tinggi terdapat tiga wilayah diantaranya, Desa Dataran Kempas, Kelagian dan Kelurahan Tebingtinggi.” Terangnya.

Dibeberkan sedangkan untuk ketersediaan sumber daya air, Kabupaten Tanjabbar memiliki dua sumber air berupa embung berjumlah 20 tempat dan sumur bor yang tersebar disetiap Kecamatan yang rawan karhutla.

” Untuk embung kita ada satu di Kecamatan Bramitam dan Renah Mendaluh, kemudian tiga dikecamatan Betara, Muarapapalik dan Merlung, untuk di Kecamatan Batang Asam ada enam. Untuk sumur bor ada di Kecamatan Betara di desa Muntialo, Madala Jaya dan Sungai Terap masing-masing dijaga oleh MPA (Masyarakat Peduli Api) sekitar 10 sampai 15 orang disetiap desa.” Pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Pencanangan WBBM, Hairan: Sejalan Dengan Keinginan Kita

Peristiwa

Tim Pelangi Polres Tanjab Barat Antar Ayah Sang Bayi Yang Melahirkan Di Kapal Sun Rico Ke RSUD KH Daud Arif

Tanjabbar

Bupati Anwar Sadat Gelar Pengajian Ramadhan di Rumah Dinas

Peristiwa

Rumah Warga Teluk Nilau Hangus Terbakar

Kriminal

Terlibat Narkoba, Oknum Security PetroChina di Bekuk Polisi

Tanjabbar

Terkait Sengketa Lahan PT DAS, Wabup: Izin HGU Bisa Tidak di Perpanjang

Tanjabbar

Rakor Bersama KPK, UAS: Pemkab Tanjabbar Fokus Penertiban Aset

Tanjabbar

Rapat Pleno, KPU Tanjabbar Tetapkan UAS- Hairan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih