LIVE TV
Untuk Kemajuan Tanjabbar, Bupati Anwar Sadat Siap Bersinergi Dengan HMI Polda Jambi Imbau Warga Tak Lakukan VCS Cegah Masyarakat Tidak Bakar lahan, Polres Tanjabbar Buat Program ini Selama 2020, Tercatat Ada 16 Kasus Karhutla di Tanjabbar UAS – Hairan Siapkan Program Kerja 99 Hari

Home / Tanjabbar

Jumat, 17 Juli 2020 - 11:52 WIB

BPR Tanggo Rajo Klarifikasi Atas Pemberitan Media

Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril. (FOTO : MR/JambinetID)

Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril. (FOTO : MR/JambinetID)

TANJAB BARAT – Terkait peryataan salah seorang anggota dewan melalui media dengan judul “Dewan Minta BUMD Tanjab Barat di Audit BPK” yang dalam isi pemberitaan ada menyinggung Bank Tanggo Rajo.

Akan hal tersebut, Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril angkat bicara dan berikan tanggapan terhadap pernyataan itu.

Asril menyebutkan bahwa BPR bukanlah masuk dalam BUMD karena menurutnya BPR dan BUMD suatu hal yang terpisah. Termasuk dalam sistem administrasi dan struktur organisasi hingga pertanggungjawabannya. Meskipun memang penyertaan modal berasal dari Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tanjabbar Terbitkan 225 Tilang dan 270 Teguran

“BUMD terpisah masing-masing,usahanya juga masing-masing. Anggaran beda, payung Hukum beda. Jadi BPR ini terpisah, jangan disamakan,” ungkapnya, Kamis (16/07/20).

Sementara itu, Asril juga menyebutkan bahwa BPR dalam kondisi baik, bahkan memiliki banyak penghargaan. Seperti halnya penghargaan dari bidang keuangan yang dilakukan oleh BPR selama ini. Selain itu, Asril juga mengklaim bahwa NPL (Non Performing Loan) dibawah 5 % (lima persen).

“Selama lima tahun terakhir, kondisi keuangan kita sangat sehat. Hasil audit tidak ada masalah juga, selain itu lima tahun berturut-turut angka kredit macet kita dibawah satu persen,”ungkapnya

Ini, kata Asril memberikan penjelasan dari pernyataan dewan yang menyebutkan bahwa BUMD tidak tau arah sistem kerjanya dan juga menjelaskan bahwa BPR terpisah dengan BUMD.

Baca Juga :  Cegah Karhutla, Danrem 042 Gapu Terjunkan Satgas ke Desa Kumpeh

Kata Asril tidak benar jika sistem kerja dan kontribusi BUMD yang dimaksud adalah BPR tidak memberikan kontribusi ke daerah.

“Kita setiap tahun dari tahun 2016 sampai sekarang memberikan Divinden kepada pemerintah daerah. Itu bervariatif, ada sekitar Rp 1 miliar dan 2019 kemarin itu Rp1,2 miliar,”tuturnya

“Jadi kita mau luruskan bahwa kita terpisah dengan BUMD. Jadi biar semua tau, termasuk juga kontribusi kita ke daerah, dan penghargaan kita sebagai bukti bahwa kita bekerja,” pungkasnya.(*/MR)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Puluhan CJH Tanjabbar Membatalkan Diri Berangkat Haji

Tanjabbar

Sekolah Kurang Maksimal Terapkan Protokol Kesehatan, Kunjungan Tim Pelangi Polres Tanjab Barat Merubah Keadaan 

Covid-19

Reaktif Rapid Test, WargaTungkal Ilir Jalani Isolasi di RSUD KH Daud Arif

Daerah

Sekda Tanjabbar Sampaikan Nota Rancangan KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2020

Tanjabbar

Kajari Tanjabbar Musnahkan BB Narkoba Senilai 2 Miliyar

Tanjabbar

5 Wilayah di Tanjabbar Rawan Banjir dan Longsor

Tanjabbar

Ini Sosok Bunga, Anggota DPRD Tanjabbar Yang Akan di Lantik

Daerah

Ayo Pakai Masker, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19