LIVE TV
Tanjabbar Zona Merah, Jam Malam Kembali di Terapkan Sejumlah Desa di Tanjabbar Jadi Lokus Stunting Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pesisir, Bupati Resmikan Ambulance Air DPRD Tanjabbar Akan Gelar PAW Partai PBB, Ini Jadwalnya Bupati Akan Menganggarkan Infrastruktur Menuju Hutan Mangrove

Home / Tanjabbar

Jumat, 17 Juli 2020 - 11:52 WIB

BPR Tanggo Rajo Klarifikasi Atas Pemberitan Media

Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril. (FOTO : MR/JambinetID)

Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril. (FOTO : MR/JambinetID)

TANJAB BARAT – Terkait peryataan salah seorang anggota dewan melalui media dengan judul “Dewan Minta BUMD Tanjab Barat di Audit BPK” yang dalam isi pemberitaan ada menyinggung Bank Tanggo Rajo.

Akan hal tersebut, Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril angkat bicara dan berikan tanggapan terhadap pernyataan itu.

Asril menyebutkan bahwa BPR bukanlah masuk dalam BUMD karena menurutnya BPR dan BUMD suatu hal yang terpisah. Termasuk dalam sistem administrasi dan struktur organisasi hingga pertanggungjawabannya. Meskipun memang penyertaan modal berasal dari Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Angka Kasus Covid 19 di Tanjabbar Terus Bertambah

“BUMD terpisah masing-masing,usahanya juga masing-masing. Anggaran beda, payung Hukum beda. Jadi BPR ini terpisah, jangan disamakan,” ungkapnya, Kamis (16/07/20).

Sementara itu, Asril juga menyebutkan bahwa BPR dalam kondisi baik, bahkan memiliki banyak penghargaan. Seperti halnya penghargaan dari bidang keuangan yang dilakukan oleh BPR selama ini. Selain itu, Asril juga mengklaim bahwa NPL (Non Performing Loan) dibawah 5 % (lima persen).

“Selama lima tahun terakhir, kondisi keuangan kita sangat sehat. Hasil audit tidak ada masalah juga, selain itu lima tahun berturut-turut angka kredit macet kita dibawah satu persen,”ungkapnya

Ini, kata Asril memberikan penjelasan dari pernyataan dewan yang menyebutkan bahwa BUMD tidak tau arah sistem kerjanya dan juga menjelaskan bahwa BPR terpisah dengan BUMD.

Baca Juga :  Sukses Gelar Debat Publik, Hairuddin: Terima Kasih Semua Pihak

Kata Asril tidak benar jika sistem kerja dan kontribusi BUMD yang dimaksud adalah BPR tidak memberikan kontribusi ke daerah.

“Kita setiap tahun dari tahun 2016 sampai sekarang memberikan Divinden kepada pemerintah daerah. Itu bervariatif, ada sekitar Rp 1 miliar dan 2019 kemarin itu Rp1,2 miliar,”tuturnya

“Jadi kita mau luruskan bahwa kita terpisah dengan BUMD. Jadi biar semua tau, termasuk juga kontribusi kita ke daerah, dan penghargaan kita sebagai bukti bahwa kita bekerja,” pungkasnya.(*/MR)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Turun Langsung, Bupati Anwar Sadat Perbaiki Infrastruktur Jalan

Tanjabbar

Kapolda Jambi dan Danrem 042/Gapu Panen Raya Di Desa Sri Agung

Berita Militer

Wabup Hairan dan Dandim Tinjau Lokasi TMMD ke 113

Tanjabbar

Bupati Akan Kucurkan Bonus Bagi Qori dan Qori’ah Tanjabbar

Tanjabbar

Bupati Usulkan, PNS Wajib Membeli Beras Petani

Tanjabbar

Pemkab Tanjabbar Raih WTP Dari BPK RI

Tanjabbar

Pasar Beduk di Larang, Syafriwan: Kalau Jualan Depan Rumah Tak Masalah

Tanjabbar

Proyek LPJU di Perkim Tanjabbar Jadi Temuan BPK