LIVE TV
Didampingi Kabid Cikar, Bupati Anwar Sadat Tinjau Jembatan dan Jalan Rusak Rapat Kerja di Forum TJSLP, Bupati Anwar Sadat Minta Perusahan Jujur dan Terbuka Ratusan PNS di Tanjabbar Masuk Masa Pensiun, Terbanyak Tenaga Guru Tinjau Vaksinasi Massal, Wabup: Kita Targetkan 40-50% Masyarakat Sudah Tervaksin Wabup Hairan Pimpin Zoom Meeting Persiapan Kunker Mendikbudristek

Home / Tanjabbar

Jumat, 17 Juli 2020 - 11:52 WIB

BPR Tanggo Rajo Klarifikasi Atas Pemberitan Media

Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril. (FOTO : MR/JambinetID)

Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril. (FOTO : MR/JambinetID)

TANJAB BARAT – Terkait peryataan salah seorang anggota dewan melalui media dengan judul “Dewan Minta BUMD Tanjab Barat di Audit BPK” yang dalam isi pemberitaan ada menyinggung Bank Tanggo Rajo.

Akan hal tersebut, Direktur Utama PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Asril angkat bicara dan berikan tanggapan terhadap pernyataan itu.

Asril menyebutkan bahwa BPR bukanlah masuk dalam BUMD karena menurutnya BPR dan BUMD suatu hal yang terpisah. Termasuk dalam sistem administrasi dan struktur organisasi hingga pertanggungjawabannya. Meskipun memang penyertaan modal berasal dari Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Begini Kata Dukcapil Terkait Arsip KK Bersebaran di Pasar

“BUMD terpisah masing-masing,usahanya juga masing-masing. Anggaran beda, payung Hukum beda. Jadi BPR ini terpisah, jangan disamakan,” ungkapnya, Kamis (16/07/20).

Sementara itu, Asril juga menyebutkan bahwa BPR dalam kondisi baik, bahkan memiliki banyak penghargaan. Seperti halnya penghargaan dari bidang keuangan yang dilakukan oleh BPR selama ini. Selain itu, Asril juga mengklaim bahwa NPL (Non Performing Loan) dibawah 5 % (lima persen).

“Selama lima tahun terakhir, kondisi keuangan kita sangat sehat. Hasil audit tidak ada masalah juga, selain itu lima tahun berturut-turut angka kredit macet kita dibawah satu persen,”ungkapnya

Ini, kata Asril memberikan penjelasan dari pernyataan dewan yang menyebutkan bahwa BUMD tidak tau arah sistem kerjanya dan juga menjelaskan bahwa BPR terpisah dengan BUMD.

Baca Juga :  Jabatan Safrial Tinggal Hitungan Hari, Jual Beli Paket Proyek di Kebut

Kata Asril tidak benar jika sistem kerja dan kontribusi BUMD yang dimaksud adalah BPR tidak memberikan kontribusi ke daerah.

“Kita setiap tahun dari tahun 2016 sampai sekarang memberikan Divinden kepada pemerintah daerah. Itu bervariatif, ada sekitar Rp 1 miliar dan 2019 kemarin itu Rp1,2 miliar,”tuturnya

“Jadi kita mau luruskan bahwa kita terpisah dengan BUMD. Jadi biar semua tau, termasuk juga kontribusi kita ke daerah, dan penghargaan kita sebagai bukti bahwa kita bekerja,” pungkasnya.(*/MR)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Ops Yustisi, Polres Tanjabbar Tindak Masyarakat Tak Patuh Prokes

Tanjabbar

Bupati Minta CPNS Miliki Tanggung Jawab dan Bekerja Ikhlas

Tanjabbar

Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Buruh di Tanjabbar di Tangkap Polisi

Tanjabbar

Sambangi P2L Kelompok Tani Betara, Ketua TP PKK Tanjabbar Beri Apresiasi

Tanjabbar

Walk Out di Pembahasan APBD, Sikap Safrial Buat Dewan Bingung

Tanjabbar

Desa Teluk Kulbi Sabet Juara 1 Lomba HATINYA PKK Tingkat Kabupaten

Tanjabbar

Ops Ketupat, Kapolres Tanjabbar Sampaikan Amanah Kapolri

Tanjabbar

Ribuan Warga di Tanjung Jabung Barat Sudah di Rapid Tes