Bupati Tanjabbar Secara Resmi Buka Diklat BST-KLMSKK 30/60 mil Bagi Operator Kapal Tradisional dan Nelayan 394 CJH Tanjabbar Akan Berangkat ke Tanah Suci Rehab di Lingkungan Rumdis Bupati Tanjabbar, Dartono: di Perbaiki Hanya Rumah Singgah Tamu Wabup Hairan Membuka Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Tanjabbar Tahun 1444 H Perda RTRW, Dewan Usulkan Pemkab Tanjabbar, Ambil Langkah Hukum

Home / Intro

Sabtu, 27 Februari 2021 - 16:31 WIB

Cegah Masyarakat Tidak Bakar lahan, Polres Tanjabbar Buat Program ini

TANJAB BARAT – Polres Tanjabbar dalam sepekan terakhir mengamankan dua pelaku pembakaran lahan di wilayah hukum Polsek Pengabuan.

Dengan meningkatnya kasus membuka lahan dengan cara membakar di wilayah hukum Polres Tanjabbar, membuat Polres Tanjabbar memperkuat esdukasi masyarakat melalui program GAS POLL.

Hal itu diungkapkan Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, Sabtu (27/2/21). Ia menyebutkan bahwa salah satu petani bernama WH alias Wahono (32) warga Parit Lapis, Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan yang sebelumnya diamankan Polisi menjadi tersangka melakukan pembakaran lahan, kini dijadikan duta cegah karhutla olah Limbah lahan jadi Kompos.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Buka Kejurprov Catur Tahun 2022

“Wahono kita tangguhkan penahanannya dengan pertimbangan kemanusiaan dan kemanfaatan hukum, dia kita jadikan duta cegah karhutla program GAS POLL,” ungkap Kapolres.

Guntur menegaskan bahwa dengan penjamin keluarga, pranata sosial dan perangkat desa WH ditangguhkan penahanan dengan syarat tidak melarikan diri, tidak ulangi perbuatan serta tidak menghilangkan BB.

“Kemudian yang bersangkutan siap menjadi duta cegah karhutla serta Duta Kompos untuk olah limbah lahan yang jadi sumber kebakaran jadi pupuk kompos,” sebutnya.

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan Tanjabbar, Beri Bantuan Korban Kebakaran di Batang Asam

Sementara itu, melalui program ini, kata Guntur diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tidak mengolah lahan dengan cara dibakar. Sehingga potensi terjadinya karhutla bisa ditekan apa lagi saat ini memasuki fase kemarau.

“Ini satu program yang kita lakukan sebagai cara cegah terjadinya karhutla, mengedukasi dengan membuat limbah lahan menjadi kompos bernilai ekonomis,” pungkasnya.(*/hb)

Share :

Baca Juga

Intro

Bantuan Obat Dari Panglima TNI Tiba di Jambi

Intro

Ribut Dengan Istri, Suami di Tanjabbar Gantung Diri di Tali Ayunan Anak

Intro

Polres Tanjab Barat Ringkus 3 Kurir Pemain Narkoba di Kuala Tungkal

Intro

Selama 2020, Tercatat Ada 16 Kasus Karhutla di Tanjabbar

Intro

Parpolnya Dapat Nomor Urut 16 di Pemilu 2024, Ini Kata Ketua DPD Perindo Tanjabbar

Intro

Warga Patunas Banyak Belum Terima Surat Undangan Pencoblosan

Intro

Status Wilayah Tanjabbar Masuk Siaga Karhutla.

Intro

Soal Tapal Batas Tanjabbar dan Tanjabtim, Hidayat: Masyarakat Jangan Terpancing Pemberitaan Keliru