LIVE TV
DPRD Tanjabbar Akan Gelar PAW Partai PBB, Ini Jadwalnya Bupati Akan Menganggarkan Infrastruktur Menuju Hutan Mangrove Puluhan Personil Polres Tanjabbar Terima Penghargaan Tidak Terawat, Akses Jembatan Hutan Mangrove Kuala Tungkal Perlu Perhatian Warganya Terkonfirmasi Covid-19, Kantor Desa Jati Emas Lockdown, Polres Tanjabbar Lakukan Tracking

Home / Tanjabbar

Selasa, 28 Juli 2020 - 01:02 WIB

Koperindag: Minta Pertamina Tutup Izin Pangkalan Nakal

Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Safriwan. (FOTO : MR/JambinetID)

Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Safriwan. (FOTO : MR/JambinetID)

TANJAB BARATPangkalan Marwiyah, PT Rizky Usaha Bersama yang berlokasi di RT 16, Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Diduga menjual Gas 3 Kg yang seharusnya untuk masyarakat miskin kepengecer.

Diduga kuat pihak pangkalan telah menyalahgunakan keperuntukan gas elpiji 3 kilo gram tersebut dengan menjual kepada pengecer hanya untuk mengambil keuntungan pribadi.

Akibatnya, Gas Melon yang telah dijual oleh pihak pangkalan kepengecer, menyebabkan warga sekitar tidak kebagian dan hingga menimbulkan permasalahan.

Untuk diketahui, hal ini jelas bertentangan dengan peraturan pemerintah kementerian ESDM Nomor 26 Tahun 2009 bahwa Elpiji dipangkalan hanya untuk masyarakat miskin dan usaha mikro.

Baca Juga :  BREAKING NEWS : Seorang Pria di Desa Kelagian Ditemukan Gantung Diri

Akan hal tersebut Ketua YLKI Tanjung Jabung Barat, Hamka mengatakan, Senin (27/07/20). Bahwa Diskoperindag jangan diam dan hanya menunggu.

“Ini wewenang Koperindag, jangan menunggu, ambil tindakan tegas kepada pangkalan yang nakal,” tegas Hamka.

Hamka mengatakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk di Kota Kuala Tungkal Rp.19.000,.

“Untuk di Kota Kabupaten Tanjabbar, yakni Kota Kuala Tungkal, HET-nya Rp.19.000, apabila ada yang melebihi itu, berarti dia melanggar aturan yang telah ditetapkan,” kata Hamka.

Meski aturannya sudah ada, Pangkalan Marwiyah tetap menjual Jauh diatas HET.

“Dia jual ke Warga 21 ribu, untuk pengecer 25 ribu,” ungkap Rajumi, salah seorang pengecer yang pernah mengambil di Pangkalan tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Pegawai Kejari Tanjabbar di Vaksinasi.

Hamka juga merasa dengan laporan dan bukti-bukti yang disampaikan oleh Warga ini sudah cukup akurat.

“Ini sudah cukup bukti, selama ini Dinas Koperindag selalu beralasan Bukti tidak ada. Nah ini ada buktinya, nunggu apalagi,” cetus Hamka.

Disisi lain, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Safriwan saat di hubungi melalui Washaps mengatakan, pihaknya sudah mendatangi pangkalan tersebut dua kali dan atas laporan masyarakat pihaknya selalu tanggap.

“Ini yang kedua kalinya kami cek lapangan. Kami tanggap kok dengan kondisi, kita harap setiap pangkalan yang salah, pertamina segera ambil tindakan tegas, kalau perlu di tutup,” tegas Safriwan.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Pangkalan Gas ‘Nakal’ di PHO Pertamina

Daerah

BPK Minta Sejumlah OPD Tanjabbar Kembalikan Uang

Tanjabbar

Kapolda Jambi dan Danrem 042/Gapu Panen Raya Di Desa Sri Agung

Tanjabbar

Bupati Anwar Sadat Buka Latsar CPNS Tahun 2021

Tanjabbar

Sekda Tanjab Barat Sambut Kunker Kepala BNN Provinsi Jambi

Tanjabbar

Alasan Ini, MTQ Kabupaten Tanjab Barat 2020 Dibatalkan

Tanjabbar

Malam Tahun Baru, 8 Titik Masuk Kota Kuala Tungkal Dijaga Ketat Polisi

Tanjabbar

Jembatan Parit 20 di Seko Alami Penurunan, Warga Kecewa