pacu Kinerja ASN & PPPK, Sekda Hermansyah Tegaskan Syarat Mutlak Perpanjangan Kontrak 2027 Minimal Berpredikat Baik Kobarkan Semangat Santri, Bupati Anwar Sadat Buka Perlombaan Antarponpes se-Tanjab Barat Sambut HSN 2026 Penguatan Fasilitas Kesehatan Tanjab Barat, Pemkab Pastikan Layanan Medis Tanggap Asap Terintegrasi Hingga Tingkat Puskesmas Tinjau Pasien ISPA di RSUD Daud Arif, Bupati Anwar Sadat Pastikan Tren Kasus Mengalami Penurunan Pemkab Tanjab Barat Hadir dan Peduli, Bupati Anwar Sadat Serahkan Santunan untuk Pasien Dampak Kabut Asap

Home / Tanjabbar

Jumat, 16 Oktober 2020 - 13:29 WIB

Nelayan Tanjabbar Diingatkan Waspadai Fenomena La Nina

Nelayan di Kuala Tungkal Saat Mengikuti Upcara HUT RI ke 75 di Laut. [FOTO : JambiNET]

Nelayan di Kuala Tungkal Saat Mengikuti Upcara HUT RI ke 75 di Laut. [FOTO : JambiNET]

TANJAB BARAT – Masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat khususnya para Nelayan di minta untuk waspada ketika beraktivitas melaut. Sebab La Nina bisa saja muncul di saat musim penghujan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Barat, Ir. Zulfikri. Ia menyebutkan bahwa sifat hujan yang terjadi saat ini dalam kondisi normal hingga di atas normal.

“Waspadai terjadinya cuaca ekstrim pada puncak musim penghujan berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS),” katanya di Kuala Tungkal, Jumat (16/10/20).

Kata Zulfikri awal musim hujan untuk wilayah Provinsi Jambi secara umum terjadi pada bulan Oktober 2020 dengan Puncak musim hujan di perkirakan terjadi pada bulan November 2020. Tidak hanya itu kondisi ini juga menyebabkan terjadinya genangan air, longsor pada daerah yang rawan longsor dan daerah potensi banjir.

Baca Juga :  Musdalub, Taufik Qurrohaman Terpilih Sebagai di Rektur APHI Jambi

“Jadi untuk nelayan ini sebagai bahan awal untuk nelayan yang melaut untuk tetap waspada,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Pelayanan Informasi Cuaca Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sukthan Thaha Jambi Kurnia Ningsih, mengatakan pada bulan Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki Musim Hujan, di antaranya: Pesisir timur Aceh, sebagian Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, termasuk Riau dan Jambi.

Baca Juga :  Investor Jepang Lirik Potensi Udang Mantis di Tanjabbar

Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

“Sebentar lagi pergantian musim kemarau ke musim penghujan, saat pergantian musim ini memang ada kemungkinan La Nina,” kata Kurnia Ningsih di Jambi melalui WhatsApp.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa La Nina ini bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan banjir bandang.

“Potensi terjadinya bencana cukup tinggi, apalagi jika curah hujan tinggi,” ujarnya.

Masyarakat diimbau agar terus memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG dengan memanfaatkan kanal media sosial info BMKG.(*/JN)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Resmikan Pembangunan Gedung NU Purwodadi, Ini Harapan Bupati Anwar Sadat

Politik

DPC PDIP Tanjabbar, Jadi Partai Pertama Serahkan Berkas Bacaleg ke KPU

Tanjabbar

Pencanangan WBBM, Hairan: Sejalan Dengan Keinginan Kita

Tanjabbar

Bupati Tanjabbar Programkan Yasinan Rutin Pimpinan OPD

Tanjabbar

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Tanjabbar Meningkat Hingga 70 Persen

Tanjabbar

Hadiri Peresmian TPU Berkah, DPRD Apresiasi Pemkab Tanjabbar

Industri

Promosikan Produk Khas Daerah, BUMDes Tanjabbar Ikuti BUMDes Expo Provinsi Jambi 2021

Pemerintahan

Pjs. Bupati Tanjabbar Dukung Penuh Harmonisasi Peraturan Daerah

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/