Siasati Keterbatasan Anggaran, Wabup Tanjab Barat Jajaki Peluang Pinjaman Daerah di RUPS Bank Jambi Kawal Tata Kelola Bank Jambi, Wabup Katamso Hadiri RUPS Penetapan Calon Komisaris Independen di Bandung Bupati Anwar Sadat Minta RT hingga Camat Kawal Validasi Data DTSEN 2026 Sentil Masalah Data Bansos, Bupati Anwar Sadat: Jangan Sampai Warga Sakit Ditolak Karena Administrasi! Kejar Target 100% Akhir Juni 2026, Pemkab Tanjab Barat Sinkronkan Data DTKS dan Jaminan Kesehatan Masyarakat

Home / Tanjabbar

Senin, 27 Juni 2022 - 18:20 WIB

Petani di Tanjabbar Mengeluh, Harga Komoditi TBS dan Pinang Anjlok

TANJABBAR – Petani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini mengeluhkan murahnya harga Tandan Buah Sawit (TBS) dipasaran.

Anjloknya komoditi perkebunan kelapa sawit tersebut di rasakan oleh petani Tanjung Jabung Barat, Syamsuddin. Ia menyebutkan sejak beberapa pekan terakhir harga buah sawit terus menurun ditingkat petani.

” Harga Anjlok hingga mencapai harga Rp. 450, hal ini berbanding terbalik dengan bahan kebutuhan pokok rumah tangga yang terus meroket.” Katanya.

Akibat anjloknya harga TBS ini, kata Syamsuddin membuat petani sawit menjerit, karena perkebunan kelapa sawit yang merupakan komoditi andalan tidak lagi menjamin penghasilan utama para petani.

Baca Juga :  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Anwar Sadat Jadi Inspektur Upacara

” Dengan murahnya harga TBS. Para petani saat ini hanya bisa pasrah, karena komoditi pertanian andalan lainnya, seperti pinang harganya juga ikut merosot tajam.” Keluhnya.

Ia berharap kepada pemerintah bisa membantu menstabilkan harga Tandan Buah Sawit ini, karena ditengah kebutuhan harga bahan pokok dipasaran tidak sebanding dengan harga buah sawit.

Baca Juga :  Sijago Merah Ngamuk di Kawasan Pasar Parit I Kuala Tungkal

Ungkapan senada disampaikan salah satu petani pinang Tanjung Jabung Barat, Daeng, ia menyebutkan harga buah pinang saat ini hampir senasib dengan harga buah sawit.

” Harga buah pinang sekarang ini terus menurun, tidak sebanding dengan harga bahan pokok yang dijual di pasar saat ini.” Ujarnya.

Ia sebagai petani pinang mengeluhkan dengan harga komoditi perkebunan seperti sekarang ini. ” Kita berharap pemerintah bisa mengambil kebijakan terbaik, agar semuanya dapat saling menguntungkan.” Ungkapnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Perangkat Desa di Sungai Rambai di Berhentikan Secara Sepihak, Dewan Minta Pemda Panggil Pihak Kades

Pemerintahan

Staf Ahli Bupati Bantah Galang Dana Untuk Pernikahan Putra Anwar Sadat

Peristiwa

Rumah Warga Teluk Nilau Hangus Terbakar

Tanjabbar

Atlit Rifabel Cabor Panahan Ikuti Kejurda, Wabup Beri Dukungan Ini

Industri

Bupati Anwar Sadat Tinjau BBI di Desa Pembengis

Kriminal

Selama Tahun 2023, Polres Tanjabbar Berhasil Menuntaskan Ratusan Kasus

Pilkada

Keterangan KPU Terkait Isu Penjokian dalam Proses Coklit

Peristiwa

Ini identitas Mayat Mengapung di Sungai Pengabuan.

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/