LIVE TV
Untuk Kemajuan Tanjabbar, Bupati Anwar Sadat Siap Bersinergi Dengan HMI Polda Jambi Imbau Warga Tak Lakukan VCS Cegah Masyarakat Tidak Bakar lahan, Polres Tanjabbar Buat Program ini Selama 2020, Tercatat Ada 16 Kasus Karhutla di Tanjabbar UAS – Hairan Siapkan Program Kerja 99 Hari

Home / Tanjabbar

Selasa, 28 Juli 2020 - 08:56 WIB

Sidak, Tim Gugus Tugas Dapai Ruang Isolasi Pasien Corona  PetroChina Seperti Ini

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat saat Sidak BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut. (FOTO : JambinetId, Senin 27/07/20)

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat saat Sidak BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut. (FOTO : JambinetId, Senin 27/07/20)

TANJAB BARAT – Ruang isolasi penanganan bagi karyawan pasien Covid-19 di PT PetroChina Int. Jabung Ltd jauh dari layak apalagi standar kesehatan sesuai ketentuan yang diatur.

Hal itu terungkap ketika Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat melakukan Sidak ke lokasi di Chioda BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut, Senin (27/07/20).

Tim Gugus terdiri dari Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, Staf Ahli Bupati selaku Koordinator Pencegahan Covid-19 H. Mhd. Arif, Anggota DPRD Supyagi Syaiful, Camat dan Kapolsek Betara serta Babinsa.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengatakan salah satunya terkait standar tekanan negatif yang wajib dipenuhi ruang isolasi.

“Ruang isolasi yang ada tidak memenuhi standar tekanan negatif. Dengan adanya Covid-19, mengingatkan kita semua bahwa standar ruang isolasi bertekanan negatif itu wajib harus diikuti,” ucapnya.

Baca Juga :  Pererat Kemitraan, Kapolres Tanjabbar Ngopi Manis Bareng Wartawan

Selain menyayangkan tidak layaknya ruang dan sarana dan prasarana ruang isolasi. Tim menyayangkan tidak adanya tanda-tanda protokol kesehatan di area tersebut.

Tak ada satupun dipapan mading berisinan informasi tentang covid-19 demimian pula ruang isolasi tak diberi label. Tidak ada sarana cuci tangan dan lainnya.

Kebutuhan pasien yang diisolasi juga belum terpenuhi. Itu terbukti dari pengakuan salah pasien isolasi melalui vedio call dengan Kapolres Tanjab Barat yang mengakui kekurangan air minum.

Sementara Anggota DPRD Supyogi Syaiful, dengan tegas mempertanyakan penerapan protokol kesehatan yang diterapkan di perusahaan migas ini. Ia merasa geram lantaran tak melihat adanya tanda-tanda infomasi tentang corona.

Baca Juga :  Syukuran HUT Polwan ke 72, Kapolres Tanjab Barat Potong Nasi Tumpeng

Selain itu Politisi Partai Golkar ini mempertanyakan kenapa RS Siloam yang menjadi rujukan pasien positif covid-19.

“Kenapa Petro merujuk ke Siloam, padahal kan RS rujukan Covid-19 sudah ada di SK kan Gubernur,” tanya Yogi.

Menanggapi hal itu Humas PeroChina, Mulyono Eko menyebut bahwa di PetroChina sendiri ada Satgas Covid-19 dan prosesdur Protokol Kesehatan.

Namun ia juga memgaku akan mengikuti petunjuk Gugus Tugas Kabupaten Tanjab Barat.

“Terima kasih atas kunjungan Tim Gugus Tugas, ini akan menjadi masukan bagi kami untuk perbaikan kedepan, dan masukan ini akan kami sampaikam ke majemen pimpinan,” sebut Eko.(*/Mr)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Media Center Safrial Optimis, Rekom DPP PDIP untuk Pasangan FU-Safrial

Tanjabbar

Polisi Akan Panggil Instansi Terkait Soal Ambruknya Eks Pasar Kuatik

Tanjabbar

Bupati Safrial Lepas 4 Calon Taruna Asal Tanjab Barat Ke STTD

Tanjabbar

Ditemukan Penderita Busung Lapar di Tanjabbar, Komnas PA: Pemkab Sangat Memalukan

Tanjabbar

Kapolda Jambi dan Danrem 042/Gapu Panen Raya Di Desa Sri Agung

Tanjabbar

Disnaker; Belum Ada Penambahan Karyawan di Perusahaan

Tanjabbar

Danpak Corona di PetroChina, Dua Desa di Kecamatan Betara Tiadakan Shalat Idul Adha di Masjid

Tanjabbar

Kapolda Jambi Resmikan Penggunaan Hall Badminton Sarja Arya Racana Polres Tanjab Barat