Antisipasi PMK, Disbunnak Tanjabbar Berikan Vaksin ke Hewan Ternak Petani di Tanjabbar Mengeluh, Harga Komoditi TBS dan Pinang Anjlok Bentuk Solidaritas, DPD Perindo Tanjabbar Beri Bantuan Korban Kebakaran di Kampung Nelayan Mencari Solusi Permanen Pencegahan Karhutla di Jambi Jembatan Penghubung Terancam Roboh, Warga Senyerang Minta Perbaikan Dari Pemkab

Home / Tanjabbar

Selasa, 28 Juli 2020 - 08:56 WIB

Sidak, Tim Gugus Tugas Dapai Ruang Isolasi Pasien Corona  PetroChina Seperti Ini

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat saat Sidak BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut. (FOTO : JambinetId, Senin 27/07/20)

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat saat Sidak BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut. (FOTO : JambinetId, Senin 27/07/20)

TANJAB BARAT – Ruang isolasi penanganan bagi karyawan pasien Covid-19 di PT PetroChina Int. Jabung Ltd jauh dari layak apalagi standar kesehatan sesuai ketentuan yang diatur.

Hal itu terungkap ketika Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjab Barat melakukan Sidak ke lokasi di Chioda BGP 6 Betara PT PetroChina di Desa Pematang Lumut, Senin (27/07/20).

Tim Gugus terdiri dari Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro, SIK, MH, Staf Ahli Bupati selaku Koordinator Pencegahan Covid-19 H. Mhd. Arif, Anggota DPRD Supyagi Syaiful, Camat dan Kapolsek Betara serta Babinsa.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro mengatakan salah satunya terkait standar tekanan negatif yang wajib dipenuhi ruang isolasi.

“Ruang isolasi yang ada tidak memenuhi standar tekanan negatif. Dengan adanya Covid-19, mengingatkan kita semua bahwa standar ruang isolasi bertekanan negatif itu wajib harus diikuti,” ucapnya.

Baca Juga :  Begini Perhtian Satgas TMMD Kodim Tanjab Terhadap Anak-Anak dari Penularan Virus Corona

Selain menyayangkan tidak layaknya ruang dan sarana dan prasarana ruang isolasi. Tim menyayangkan tidak adanya tanda-tanda protokol kesehatan di area tersebut.

Tak ada satupun dipapan mading berisinan informasi tentang covid-19 demimian pula ruang isolasi tak diberi label. Tidak ada sarana cuci tangan dan lainnya.

Kebutuhan pasien yang diisolasi juga belum terpenuhi. Itu terbukti dari pengakuan salah pasien isolasi melalui vedio call dengan Kapolres Tanjab Barat yang mengakui kekurangan air minum.

Sementara Anggota DPRD Supyogi Syaiful, dengan tegas mempertanyakan penerapan protokol kesehatan yang diterapkan di perusahaan migas ini. Ia merasa geram lantaran tak melihat adanya tanda-tanda infomasi tentang corona.

Baca Juga :  Danrem 042/Gapu Hadiri Rapat Evaluasi Antisipasi Lonjakan Penularan Kasus Covid-19 Akibat Libur Nataru

Selain itu Politisi Partai Golkar ini mempertanyakan kenapa RS Siloam yang menjadi rujukan pasien positif covid-19.

“Kenapa Petro merujuk ke Siloam, padahal kan RS rujukan Covid-19 sudah ada di SK kan Gubernur,” tanya Yogi.

Menanggapi hal itu Humas PeroChina, Mulyono Eko menyebut bahwa di PetroChina sendiri ada Satgas Covid-19 dan prosesdur Protokol Kesehatan.

Namun ia juga memgaku akan mengikuti petunjuk Gugus Tugas Kabupaten Tanjab Barat.

“Terima kasih atas kunjungan Tim Gugus Tugas, ini akan menjadi masukan bagi kami untuk perbaikan kedepan, dan masukan ini akan kami sampaikam ke majemen pimpinan,” sebut Eko.(*/Mr)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Akhir Februari, Anwar Sadat – Hairan Akan di Lantik

Tanjabbar

Pemkab Tanjabbar Akan Menyembeli 33 Hewan Qurban

Tanjabbar

Pandemi, Perayaan Imlek dilaksanakan Secara Sederhana

Tanjabbar

Hadiri Tasyakuran Ponpes AT Tibyan, Bupati Sampaikan Program Ini

Tanjabbar

Tanjabbar Raih Penghargaan KLA Dari Kementrian PPPA

Tanjabbar

Sekda Tanjabbar Hadiri Pelatihan Potensi SAR Basarnas Jambi

Tanjabbar

Launching Sekar Kemuning Archery Club, Bupati: Ini Olahraga Bergengsi dan di Kenal Elite

Tanjabbar

Bupati Tanjabbar Hadiri Sosialisasi RAN Percepatan Penurunan Angka Stunting Secara Virtual