pacu Kinerja ASN & PPPK, Sekda Hermansyah Tegaskan Syarat Mutlak Perpanjangan Kontrak 2027 Minimal Berpredikat Baik Kobarkan Semangat Santri, Bupati Anwar Sadat Buka Perlombaan Antarponpes se-Tanjab Barat Sambut HSN 2026 Penguatan Fasilitas Kesehatan Tanjab Barat, Pemkab Pastikan Layanan Medis Tanggap Asap Terintegrasi Hingga Tingkat Puskesmas Tinjau Pasien ISPA di RSUD Daud Arif, Bupati Anwar Sadat Pastikan Tren Kasus Mengalami Penurunan Pemkab Tanjab Barat Hadir dan Peduli, Bupati Anwar Sadat Serahkan Santunan untuk Pasien Dampak Kabut Asap

Home / Tanjabbar

Sabtu, 14 November 2020 - 17:32 WIB

Warga Kuala Tugkal Terbiasa dengan Banjir Rob, Tapi Risih dengan Efeknya

Salah Satu Ruas Jalan di dalam Kota Kuala Tungkal jalan Asia digenangi Air Dalam. [FORO : JambiNET]

Salah Satu Ruas Jalan di dalam Kota Kuala Tungkal jalan Asia digenangi Air Dalam. [FORO : JambiNET]

TANJAB BARAT – Banjir rob memang tiap tahun menggenangi sejumlah ruas jalan utama di kota Kuala Tungkal dan rumah warga yang tergolong di tempat rendah seperti kawasan tepian sungai.

Seperti, Sabtu (14/11/20) air pasang selimuti jalan Sulthan Thaha, Jalan Melati, Simpang 4 Lampu Merah jalan Siswa dan sebagian besar jalan utama kota Kuala Tungkal. Bahkan air pasang ini juga menenggelamkan jalan-jalan di Kelurahan Kampung Nelayan.

Kondisi tersebut membuat warga Tanjab Barat ini kesulitan untuk beraktivitas, sebagian warga terpaksa menerjang banjir karena tidak ada jalur alternatif meskipun beresiko kendaraan mati dan bakal karatan.

Baca Juga :  Rakerda di Propinsi Jambi, Wabup: Tanjabbar Siap Mensukseskan MTQ

“Sore ini cukup tinggi genangan airnya hingga mengganggu aktivitas warga,” tutur Jainuri warga Bina Karya.

Menurut Jai, cerita orang tua dulu tingginya pasang air laut terjadi karena gaya gravitasi bulan yang dua kali lebih besar dari gaya tarik matahari sehingga ketinggian air laut meningkat.

Sementara Ahmad menuturkan banjir semacam ini memang sudah fenomena tersendiri bagi warga kota Kuala Tungkal. Hal tersebut terjadi hampir tiap hari selama 3 atau 4 hari, sehingga warga harus rela menerjang air rob untuk beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  Pergi Dari Rumah, Pria di Tanjabbar di Temukan Tewas Dalam Parit

“Hanya saja kecemasan kita air tersebut asin. Karena kandungannya dapat merusak seperti karat dan keroposnya kendaraan kita,” ujarnya.

Menurut Ahmad, air rob berbeda dengan bencana banjir lainnya. Sebab, air rob di Kuala Tungkal ini mengandung kotoran dan garam, yang tidak mudah dibersihkan.

“Kalau masuk ke dalam rumah, lantai itu harus dibersihkan dua sampai tiga kali. Kalau tidak, tidak akan bersih dan menimbulkan bau tidak sedap,” tukasnya.(*/JN)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Rapat Kisruh Lahan Teluk Nilau, Bupati Minta WKS Tunjukan Data Konkrit Kemitraan

Pemerintahan

Sekda Tanjabbar Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri

Kesehatan

Ketua PKK Tanjabbar Kunjungi Balita Penderita Gizi Buruk.

Covid-19

Besok Pemkab Tanjabbar Gelar Vaksinasi Untuk Ibu Hamil

Tanjabbar

Bangkitkan Kembali Pariwisata, Bupati Launching Destinasi Ekowisata Sukorejo

Peristiwa

Sijago Merah Hanguskan, 1 Unit Motor dan Rumah Warga Pengabuan

Pilkada

Anwar Sadat Kembalikan Formulir Bacabup ke Demokrat

Tanjabbar

Malam Tahun Baru, 8 Titik Masuk Kota Kuala Tungkal Dijaga Ketat Polisi

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/