KUALA TUNGKAL, JN – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat makin serius membenahi kualitas dan kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini ditandai dengan langkah masif Pemkab dalam menguatkan implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). (2/9/26)
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjab Barat, Hermansyah, S.STP., M.H., menegaskan bahwa layanan kesehatan idealnya tidak cuma berpusat di rumah sakit atau puskesmas saja, tetapi harus benar-benar menyentuh tingkat desa dan kelurahan secara terpadu.
“Pelayanan kesehatan harus benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat, tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi sampai ke tingkat desa dan kelurahan,” ujar Hermansyah saat membuka Rakor Lintas Program dan Lintas Sektor Penguatan ILP di Hotel Ar Riyadh.
Hermansyah memaparkan bahwa Tanjab Barat memiliki modal besar berupa 16 puskesmas dan sekitar 280 posyandu aktif yang tersebar di 13 kecamatan, 114 desa, serta 20 kelurahan. Jejaring luas ini perlu dioptimalkan, terutama pada pendekatan pencegahan (preventif) dan edukasi (promotif) agar masyarakat terbiasa memantau kesehatan secara rutin.
Langkah ini makin diperkuat dengan dukungan dana hibah Global Fund dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2026, di mana Puskesmas Rawat Inap Teluk Nilau resmi ditetapkan sebagai lokus program Scale Up ILP di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sekda juga menginstruksikan para camat, kepala desa, dan lurah untuk berada di barisan terdepan dalam menggerakkan warga serta menyosialisasikan pemanfaatan fasilitas kesehatan terdekat.









