DPRD dan Pemkab Tanjabbar Mulai Petakan Arah Pembangunan 2027 Lewat Paripurna KUA-PPAS Sulap Daun Resam Jadi Kain Bernilai Seni, UMKM Ecoprint Kuala Dasal Dipuji Bupati Anwar Sadat Duet Anwar Sadat – Katamso Salurkan Sembako hingga Santunan Kebakaran di Kuala Dasal Tak Hanya Sawit-Karet, Duet Anwar Sadat – Katamso Dorong Desa Jadi Sentra Hortikultura Modern Serunya Nobar di Rumdis Bupati Tanjab Barat, Rayakan Kemenangan Argentina Bersama Ratusan Warga

Home / Pendidikan

Jumat, 10 Juli 2020 - 11:45 WIB

Guru dan Kepsek di Tanjab Barat Berinovasi di Tengah Pandemi

TANJAB BARAT – Nurhafizah, guru IPA SMPN 2 Kuala Tungkal memanfaatkan Zoom dan WhatsApp untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Dari total 64 orang siswa kelas VIIA dan VIIB yang melakukan PJJ melalui Zoom, hanya diikuti 43 orang.

“Alhamdulillah, 68% siswa saya ikut PJJ melalui Zoom, adapun yang tidak ikut, saya siasati dengan sistem luring, atau luar jaringan,” ujar Evi, panggilan akrabnya.

Evi mengakui, persiapan merupakan hal penting sebelum melakukan PJJ. “Salah satu media yang kita gunakan untuk persiapan adalah WhatsApp, bahkan simulasi terlebih dahulu,” ujar Nuraini.

Dirinya juga kerap membagi pengalaman selama PJJ dengan guru lainnya, ia memberikan pengetahuan praktis kepada para wali kelas lain agar dalam pembelajaran daring siswa haru tetap mendapatkan pembelajaran bermakna sebagaimana pembelajaran tatap muka.

“PJJ adalah singkatannya pembelajaran jarak jauh, bukan penugasan jarak jauh, jangan buat siswa tertekan selama PJJ berlangsung,” tegasnya.

Saat pandemi melanda, Nuraini langsung bergerak cepat untuk mendukung proses pembelajaran dari rumah _(learning from home)._ Ia ingin memastikan capaian keberhasilan siswa tidak hanya pada saat pembelajaran normal di kelas, namun bagaimana pembelajaran jarak jauh atau daring tersebut tetap berlangsung di tengah pandemi.

Baca Juga :  Bupati Tanjabbar Hadiri Perpisahan Santriwan dan Santriwati di Ponpes AlBaqiatush Sholihat

“Selama pandemi, anak-anak harus tetap mendapatkan pembelajaran berkualitas,” itulah yang dikatakan Nuraini, Kepala sekolah inovatif dari SDN 03/V Kuala Tungkal Tanjung Jabung Barat, Jum’at, (10/07/20), dalam acara media meeting yang digelar di Kuala Tungkal.

Setelah dilatih Tanoto Foundation, Nuraini banyak menginspirasi sekolah lainnya untuk tetap menjalankan pembelajaran berkualitas walaupun siswa belajar dari rumah (BDR) di tengah pandemi.

Bagi Nuraini, siswa yang berkualitas tentu dihasilkan oleh proses pembelajaran yang berkualitas pula. Salah satunya melalui guru-guru yang tidak kenal lelah mendorong siswa untuk melakukan berbagai penyelidikan dan penemuan hasil dari proses pembelajaran, terutama penguasaan terhadap mata pelajaran.

“Apa yang siswa baca, lalu ia deskripsikan sendiri hasil pemikirannya, bukan hafalan atau textbook, itulah yang saya dorong,” ujar Nuraini mengawali percakapan.

Sebagai kepala sekolah, Nuraini kini diuji dengan adanya pandemi dan mengajak semua warga sekolah, termasuk orang tua mensukseskan belajar dari rumah.

“Ketika dunia pendidikan sedang diuji dengan adanya Covid-19, siswa harus tetap memperoleh pembelajaran berkualitas walaupun belajar dari rumah, semangat itu tidak boleh luntur, adanya pandemi membuat kami lebih kuat dan kompak,” ujar Nuraini, yang juga fasilitator daerah Program PINTAR Tanoto Foundation.

Baca Juga :  Lakukan Pembinaan: Disdik Jambi Kunjungi SMAN 4 Muaro Jambi

Nuraini menambahkan, di tengah pandemi ini, peran kepala sekolah sangat penting memotivasi guru untuk tetap melaksanakan fungsi guru, salah satunya pembelajaran.

“Misalnya saya mengubah RKS maupun RKAS sesuai dengan kondisi saat ini,” tambahnya.

Membelikan kuota untuk guru dan memasang WiFi sekolah

Datangnya Covid-19 memang mengubah segalanya, demikian yang disampaikan Nuraini. Karena adanya pandemi, pihaknya langsung membelikan kuota bagi para guru untuk melakukan pembelajaran dari rumah.

“Agar tidak membebani guru, setelah menghitung ulang RKAS, kita anggarkan untuk pembelian kuota bagi para guru, agar lancar selama belajar dari rumah,” katanya.

Selain membelikan kuota bagi guru, Nuraini juga memperkuat jaringan internet di sekolahnya, agar jika ada guru yang ke sekolah tetap melakukan pembelajaran, juga untuk mempermudah staf tata usaha dalam menjalankan tugasnya.

“Protokol kesehatan tetap dijalankan, menjaga jarak dan memakai masker walaupun guru ke sekolah,” kata Nuraini.(Hms/Tanoto)

Share :

Baca Juga

Kota Jambi

Giat Bimtek ARKAS Tahun Anggaran 2023, Bupati UAS Sampaikan Hal Ini

Pendidikan

Wabup Hairan Hadiri Deklarasi Sekolah Ramah Anak Tingkat SMP di 3 Kecamatan

Pendidikan

Bupati Akan Kucurkan Bonus Bagi Qori dan Qori’ah Tanjabbar

Pendidikan

Tinjau Sekolah Rusak di Senyerang, Anwar Sadat : Akan Kita Data Untuk di Rehab

Pemerintahan

25 Siswa SMAN 2 Kota Jambi Masuk PTN Favorit,Al Haris Berikan Apresiasi

Pendidikan

Kondisi Bangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Tanjabbar Memprihatinkan

Pendidikan

7.665 siswa SD dan SMP di Tanjabbar akan Ikuti UAS

Pendidikan

Wabup Hairan Pimpin Zoom Meeting Persiapan Kunker Mendikbudristek

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/