Terima TPP Tiap Bulan, Kinerja Kabid PKS Kesbangpol Tanjabbar di Sorot Danrem 042/Gapu Ikuti Vicon Dengan Kasum TNI Bahas Pencapaian Dosis Vaksinasi Dihantam Tugboat Maju Jaya, Dermaga Teluk Kempas Alami Kerusakan Rombak Kabinet, Wabup Hairan Lantik 14 Pejabat Eselon III dan IV Nelayan Keluhkan BBM Solar Langka, Ketua HNSI Tanjabbar Minta Ini ke Pertamina

Home / Pendidikan

Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:21 WIB

Masa Pandemi Corona Wali Murid Berharap Ada Keringan Uang Seragam Sekolah

Lusiana salah satu orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya di MTs Negeri Tanjung Jabung Barat. (FOTO : MR/JambinetID, Jumat 10/07/20)

Lusiana salah satu orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya di MTs Negeri Tanjung Jabung Barat. (FOTO : MR/JambinetID, Jumat 10/07/20)

TANJAB BARAT – Memasuki tahun ajaran baru di masa New Normal disaat pandemi corona kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah setingkat SLTP dan SLTA sudah berjalan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Panitia penerimaan siswa baru atau PPDB di sekolah telah menyeleksi dan telah menerima pendaftaran ulang penerimaan bagi siswa baru.

Sarana kelengkapan bagi murid terutama seragam sekolah menjadi permasalah tersendiri bagi orang tua wali murid untuk membayar lunas uang seragam sekolah anak-anak mereka.

Sementara itu, mewabahnya virus corona membuat mata pencaharian masyarakat menjadi semakin sulit.

Melihat kondisi dimasa sulit saat ini, pihak sekolah MTs Negeri 1 Tanjung Jabung Barat memberikan dipensasi pembayaran seragam sekolah bagi orang tua wali untuk membayar secara mengangsur.

Hal ini dikatakan, Andi Amiruddin, Panitia PPDB MTsN 1 Tanjung Jabung Barat, Jum,at (10/07/20), bahwa pihak sekolah telah memberikan keringanan pada wali murid dimasa pandemi corona karena mengingat sebahagian masyarakat saat ini mata pencahariannya semakin sulit dan terus berkurang.

Baca Juga :  Bupati Akan Kucurkan Bonus Bagi Qori dan Qori'ah Tanjabbar

“Hari ini daftar ulang siswa sekalian masalah pembayaran baju seragam sekolah, untuk pembayaran seragam baju sekolah bisa diangsur dua sampai tiga kali,” jelasnya.

Katanya lagi, karena mengingat masyarakat Tanjung Jabung Barat mungkin ada yang ekonominya di bawah, tetapi bagi yang mampu bisa bayar langsung Cash.

“Karena dimasa pandemi Corona, selama ini  banyak masyarakat yang tidak bekerja,hingga tidak mendapatkan rezeki atau uang,” pungkasnya.

Disisi lain, orang tua wali murid menyambut gembira adanya keringanan pembayaran seragam sekolah bagi anaknya yang akan masuk sekolah MTs N 1 Tanjung Jabung Barat.

Lusiana salah satu orang tua siswa yang baru mendaftarkan ulang anaknya merasa bersyukur karena ada keringanan uang seragam sekolah.

Baca Juga :  Guru dan Kepsek di Tanjab Barat Berinovasi di Tengah Pandemi

“Untuk pembayaran seragam sekolah di perbolehkan dua hingga tiga kali angsuran,” sebutnya.

Ia juga mengatakan kalau untuk membeli seragam sekolah secara cash dirinya merasa kebingungan dikarenakan keperluan sekolah anaknya bukan hanya sekedar seragam sekolah yang harus dibeli.

“Kalau bayar cash (Lunas-red) untuk seragam sekolah terasa berat. Karena banyak lagi yang di butuhkan Sepatu dan Tas sekolah anak juga harus di beli serta perlengkapan lainnya,” keluhnya.

Lebih lanjut Lusiana menuturkan, dirinya merasa bersyukur ada tenggang rasa dari pihak sekolah MTSN 1 KualaTungkal, untuk memberikan keringanan membayar seragam sekolah dengan cara menyicil.

“Apalagi di masa pandemi Corona semuanya kena imbasnya karena mencari nafkah keluarga pun saat ini terasa sulit,” tukasnya.(/MR)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Terkait ” The Class Of 21 Great Party” DP3AP2KB Tanjabbar Audiensi Bersama Wabup

Tanjabbar

Siswa Terpapar Covid-19, KBM SMA di Tanjabbar Dihentikan.

Pendidikan

Guru dan Kepsek di Tanjab Barat Berinovasi di Tengah Pandemi

Tanjabbar

Puluhan Guru Pengajar di Tanjabbar Masuk Masa Pensiun

Pendidikan

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Tanjabbar Tunda Belajar Tatap Muka.

Tanjabbar

Wabup Hairan Pimpin Zoom Meeting Persiapan Kunker Mendikbudristek

Tanjabbar

Sekolah Di Tanjabbar Mulai Belajar Tatap Muka.

Tanjabbar

Tanjabbar Kekurangan Guru Berstatus PNS