TANJAB BARAT, JN – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Pemkab Tanjab Barat) menafsirkan gerakan literasi dengan cara yang unik dan menyentuh aspek pelestarian kebudayaan. Tak sekadar mendorong minat baca, Pemkab meluncurkan Buku Kuliner Khas Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam balutan acara Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten dan Kecamatan periode 2026-2030 di Balai Pertemuan Kantor Bupati, Rabu (13/5).
Peluncuran mahakarya dokumentasi rasa ini dipimpin langsung oleh Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Bunda Literasi Tanjab Barat yang baru dikukuhkan, Hj. Fadhilah Sadat, S.H.
Buku tersebut merangkum puluhan resep tradisional dan cita rasa autentik Bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan agar tak lekang digilas zaman serta dapat diwariskan ke generasi masa depan.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengapresiasi tinggi kerja keras tim penyusun buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Bagi Bupati, peluncuran buku kuliner dan pembagian buku sejarah lokal merupakan bentuk ekspansi makna literasi yang riil.
“Literasi itu sangat luas, tidak melulu soal mengeja huruf. Apa yang kita lakukan hari ini melalui peluncuran buku kuliner dan penyerahan Buku Sejarah Tungkal adalah ikhtiar bersama dalam membangun kecerdasan budaya masyarakat,” tutur Bupati Anwar Sadat.
Beliau menargetkan buku ini tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan harus didistribusikan secara masif menjadi referensi wajib di perpustakaan sekolah hingga tingkat desa.
Selain berfokus pada kebudayaan, acara tersebut diwarnai dengan penyerahan wakaf Al-Qur’an secara simbolis kepada Rumah Tahfiz dan Masjid Al-Anwar sebagai pilar penguatan literasi religi di daerah.
Untuk menyukseskan visi literasi periode 2026-2030, pemerintah daerah menekankan tiga strategi utama:
- Keteladanan Keluarga: Bupati mengingatkan para orang tua dan jajaran Bunda Literasi kecamatan untuk menjadi role model nyata. Budaya membaca harus dimulai dengan melihat orang tua memegang buku di rumah, bukan sekadar perintah verbal kepada anak.
- Muatan Lokal Sekolah: Buku Sejarah Tungkal resmi diserahkan kepada Dinas Pendidikan untuk diintegrasikan langsung dalam kurikulum muatan lokal siswa.
- Modernisasi Layanan: Pemkab berkomitmen mempercepat digitalisasi sistem informasi melalui perluasan jangkauan perpustakaan digital terintegrasi agar ilmu pengetahuan mudah diakses dari gawai masyarakat.
Agenda besar ini dihadiri oleh jajaran penting pemangku kebijakan daerah, mulai dari Wakil Bupati Tanjab Barat, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, Kepala OPD, Ketua GOW, Ketua DWP, para Camat, perwakilan Balai Bahasa Provinsi Jambi, hingga para relawan literasi dan Duta Baca daerah.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan Bunda Literasi yang baru, Pemkab Tanjab Barat optimistis indeks pembangunan literasi masyarakat akan meningkat selaras dengan terjaganya kearifan lokal daerah. (red)








