Ancaman Karhutla Meningkat, Ketua DPRD Tanjabbar Minta Sinergi Lintas Sektor Diperketat Pembangunan Tanjabbar 2027 Bergulir: DPRD dan Pemkab Bersinergi Kawal APBD Pro-Rakyat Dukung Penguatan PAD, Ketua DPRD Tanjabbar Hamdani Hadiri Forum Sinergitas Keringanan Pajak Kendaraan Se-Provinsi Jambi Bupati Anwar Sadat: Sinergitas Pemda dan Polri Jaminan Pembangunan Berjalan Lancar Bupati Anwar Sadat Safari Jumat ke Dusun Mudo: Pembangunan Wilayah Ulu Tetap Jadi Prioritas

Home / Ekonomi / Tanjabbar

Rabu, 22 Juni 2022 - 12:57 WIB

Harga Cabai Kian Pedas, Perkilo di Jual Ratusan Ribu

TANJABBAR – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin hari semakin mengalami lonjakan harga cukup tinggi.

Hal tersebut seperti terjadi pada Cabai, di pasar tradisional tepatnya di Pasar Parit 2, Kuala Tungkal, harga cabai kian pedas mencapai ratusan ribu perkilogram.

” Yang kuat naik nya itu Cabai merah besar dari harga Rp50 Ribu menjadi Rp95 Ribu, yang tidak kalah lagi Cabai Rawit atau yang disebut Cabe setan dari harga Rp60 Ribu menjadi Rp120 Ribu perkilonya,” Tutur Wahidah salah seorang pedagang Cabai dipasar tradisional parit 2 Kuala Tungkal.

Ia mengakui, kurang mengetahui secara pasti penyebab dari kenaikan harga Cabai ini hingga dijual mencapai ratusan ribu. ” Kita Tidak tau juga kenapa bisa naik. Mungkin Petani ada yang gagal panen,” Ucapnya.

Baca Juga :  Wabup Katamso Gelar Open House Pada Momen Idul Adha 1446 H

Sementara dampak dari naiknya Harga Cabe ini, Raudah salah satu perwakilan Pengusaha Geprek dalam Kota Kuala Tungkal mengatakan, Cabe yang menjadi bahan dasar dari sambal yang dijual untuk menu Geprek, pihaknya menambah biaya jika ada permintaan sambal tambahan dari Pelanggan.

” Konsep kita inikan prasmanan, jadi kalau makan di tempat, pelanggan kita bisa makan sepuasnya begitu juga untuk mengambil sambal. Karena yang kita hitung adalah lauknya. Sementara untuk Nasi, Pelanggan bisa bebas menikmati,” kata wakil Pengusaha Geprek di Jalan Panglima Cama ini.

Dengan naiknya harga Cabe ini kata Raudah, harga Sambal yang menjadi ciri khas dari Ayam Geprek tersebut ada tambahan biaya Rp1000 Rupiah.

Baca Juga :  Manfaatkan Beras Lokal, Bupati: 153 Ton Beras Petani Bisa di Serap Setiap Bulan

” Tambahan ini Bang, jika pelanggan meminta tambahan Sambal dari Satu porsi Ayam Geprek yang dibungkus. Biasanya menu yang dibungkus ini sudah dilengkapi dengan sambal satu Bungkus. Jika pelanggan minta tambahan satu Bungkus lagi, pembayarannya kita tambah Rp1000 Rupiah,” katanya.

Disisi penjualan, diungkapkannya untuk 1 Porsi makanan yang dijual masih tetap Rp10 Ribu setiap Porsinya. Karena untuk makan di tempat, yang dihitung adalah lauk yang disantap pelanggan.

” Kalau pelanggan makan hanya dengan Ayam itu tetap Rp10 Ribu. Tetapi jika lauknya Ayam dan Udang harganya Rp20 Ribu per Porsinya,” Sebutnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Pemkab Tanjabbar Gelar Tabligh Akbar

Ekonomi

Pemkab Tanjabbar Permudah Pelayanan Bagi Investor Untuk Berinvestasi

Tanjabbar

Bupati Anwar Sadat Resmikan Rumah Perlindungan Lansia YMFC

Pemerintahan

Wabup Hairan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Suak Samin

Tanjabbar

“Bukan Contoh, Tapi Pelanggar Hukum: Ketua RT Senen Terbukti Main Serobot Lahan Warga 10×25 Meter.”

Daerah

Sekda Tanjabbar Sampaikan Nota Rancangan KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2020

Tanjabbar

Ganti Rugi Tiang Pancang WFC Tak Kunjung di Bayar, Pemda Tuntut Janji Pemilik Kapal

Kesehatan

Publikasi Data Stunting Tingkat Kabupaten, Zaharudin: dilakukan Berjenjang dan Pencegahan Secara Masif

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/