TEMBILAHAN, JN — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam merawat silaturahmi dengan para ulama dan menjaga syiar Islam kembali dibuktikan. Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menghadiri langsung rangkaian Peringatan Haul Akbar Sulthonul Aulia Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Mohd. Nawawi Berjan, Syekh M. Ali Bin Syekh Abdul Wahab, serta Haul Jama’ yang dipusatkan di Lapangan Pondok Pesantren Al-Baaqiatussa’adiyah, Jl. Provinsi Parit 6 Tembilahan Hulu, Rabu malam (30/9/2026).
Kegiatan spritual nan sarat keberkahan ini terasa semakin istimewa karena dirangkaikan dengan Peringatan HUT Majelis Ta’lim Al-Hidayah Tembilahan Ke-30 serta HUT Ponpes Al-Baaqiatussa’adiyah Ke-26 Tahun 1448 H / 2026 M. Ratusan jamaah, tokoh agama, santri, dan masyarakat tampak memadati lokasi acara sejak sore hari.
Kehadiran Bupati Anwar Sadat di tengah majelis ilmu dan zikir ini menjadi simbol sinergi yang kokoh antara jajaran pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, serta para alim ulama lintas wilayah.
Di sela-sela kegiatan, Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya majelis mulia ini.
“Majelis ilmu, zikir, dan peringatan haul para ulama mulia ini bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan benteng spritual yang menyatukan hati kita. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat senantiasa berkomitmen untuk mendukung kegiatan keagamaan guna mempererat tali ukhuwah islamiyah dan meneladani peninggalan moral para syekh serta ulama terdahulu,” ujar Bupati Anwar Sadat.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim memiliki peran sentral dalam mencetak generasi penerus yang berakhlakul karimah serta berilmu pengetahuan tinggi.
“Melalui momentum HUT Ponpes Al-Baaqiatussa’adiyah ke-26 dan Majelis Ta’lim Al-Hidayah ke-30 ini, kita berharap pilar pendidikan Islam semakin kokoh melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi iman yang teguh dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan daerah,” imbuhnya.
Suasana khusyuk dan khidmat begitu terasa sepanjang rangkaian acara. Peringatan diawali dengan lantunan merdu pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan Wirid Tahunan Thariqah Qadiriyah Wa Naqshabandiyah, serta pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Acara kemudian diisi dengan ceramah agama yang memberikan pencerahan kalbu dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat dan daerah.









