DPRD Tanjab Barat Sahkan Rekomendasi LKPJ Bupati TA 2025 dalam Rapat Paripurna Keempat Hadir di Musrenbang RKPD 2027, Wabup Katamso Siap Selaraskan Pembangunan Tanjab Barat dengan Prioritas Nasional Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Anwar Sadat Instruksikan Kades Optimalkan Lahan Tidur Perkuat Asta Cita, Anggota DPRD Tanjab Barat Tekankan Pentingnya Akurasi Data Distribusi Pangan Pimpin Sumpah 198 ASN Baru, Wabup Katamso: Kalian Adalah Wajah Masa Depan Tanjab Barat!

Home / Pilkada

Selasa, 24 November 2020 - 00:55 WIB

Bawaslu Selidiki Sejumlah Akun Facebook Anonim Selama Pilkada

Ketua Bawaslu Tanjab Barat Hadi Siswa (Kiri) dan Kordiv PHL Mon Rezi (Kanan). [FOTO : JambiNET/Ist]

Ketua Bawaslu Tanjab Barat Hadi Siswa (Kiri) dan Kordiv PHL Mon Rezi (Kanan). [FOTO : JambiNET/Ist]

TANJAB BARAT – Kordiv PHL Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tanjab Barat, Mon Rezi mengakui penggunaan media sosial (medsos) khususnya facebook ber akun anonim semakin liar dan meningkat selama tahapan kamanye Pilkada 2020.

Itu kata dia terpantau banyak akun tak bertuan (anonim) yang digunakan untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian dan menyerang paslon tertentu.

“Banyak kita lihat akun yang melakukan pelanggaran, penyerangan dan mempovokasi tidak bertuan semua,” kata Mon Rezi, Senin (23/11/20).

Baca Juga :  PKB Usung UAS- Katamso di Pilkada Tanjabbar

Akun-akun tidak resmi (anonim) ini justru berpotensi menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian dan menyerang kandidat.

Ia pun tak bisa menyimpulkan apakah keberadaan akun anonim itu dimobilisasi oleh tim sukses paslon atau orang antah berantah yang memang ingin melakukan fitnah, agitasi, atau ujaran kebencian.

Permasalahannya, lanjut Rezi sulit bagi Bawaslu untuk melacak ataupun menurunkan konten akun anonim itu.

“Kadang-kadang akun yang bandel dan liar ini juga susah dilacak,” ucap Kordiv PHL Bawslu Tanjab Batat ini.

Baca Juga :  DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Anggota DPRD Dengan Membawakan Suara Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap dua Ranperda Kabupaten Tanjab Barat 

Rezi menyebut, proses ‘take down‘ konten hoaks atau provikatif akun anonim harus melalui sejumlah tahapan yang memakan waktu.

Sementata, proses Pilkada 2020 mengharuskan penyelenggara bekerja dengan cepat.

Oleh karena itu, kata dia, hal ini menjadi tantangan yang harus diatasi bersama.

“Jadi tantangannya di situ juga, ini jadi persoalan kita semua,” katanya.(*/JN)

Share :

Baca Juga

Pilkada

Final! Cek Endra-Ratu Berpasangan di Pilgu Jambi

Pilkada

Ini yang Diperebutkan Cabup Mulyani, Anwar Sadat dan Muklis

Pilkada

Jadi Calon Wakil di Pilgub, Safrial Ajukan Ini ke Fachrori Untuk Tanjab Barat

Pilkada

Sebagai Kader Murni, Safrial Belum Dapat Dukungan PDIP di Pilgub Jambi

Pilkada

Ketua DPRD Tanjabbar Hadiri Launching Pesta Demokrasi Pilkada Tahun 2024

Pilkada

Terima SK Pensiun Dini, Katamso Nyatakan Siap Dampingi UAS di Pilkada Tanjabbar

Batanghari

Pilbup Batanghari, Yuninnta-Mahdan Resmi Kantongi Tiket Golkar

Pilkada

Keterangan KPU Terkait Isu Penjokian dalam Proses Coklit

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/