Paripurna III DPRD Tanjab Barat: Anwar Sadat Apresiasi Kekompakan Fraksi, Tegaskan Komitmen Hadirkan Regulasi Berkualitas Ajak Pemuda Masuk Sistem, Wabup Katamso: Jadilah Bagian dari Proses Pembangunan Dorong Ekonomi Pesisir, Wabup Katamso Buka Pelatihan Bisnis Mangrove Responsif Gender di Desa Tungkal I Sekda Tanjab Barat Letakkan Batu Pertama Mushola SMKN 1 Tanjab Barat, Fokus pada Pendidikan Karakter Cetak Octa-Trick! Tanjab Barat Sukses Pertahankan Predikat WTP 8 Tahun Beruntun

Home / Pilkada

Selasa, 24 November 2020 - 00:55 WIB

Bawaslu Selidiki Sejumlah Akun Facebook Anonim Selama Pilkada

Ketua Bawaslu Tanjab Barat Hadi Siswa (Kiri) dan Kordiv PHL Mon Rezi (Kanan). [FOTO : JambiNET/Ist]

Ketua Bawaslu Tanjab Barat Hadi Siswa (Kiri) dan Kordiv PHL Mon Rezi (Kanan). [FOTO : JambiNET/Ist]

TANJAB BARAT – Kordiv PHL Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tanjab Barat, Mon Rezi mengakui penggunaan media sosial (medsos) khususnya facebook ber akun anonim semakin liar dan meningkat selama tahapan kamanye Pilkada 2020.

Itu kata dia terpantau banyak akun tak bertuan (anonim) yang digunakan untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian dan menyerang paslon tertentu.

“Banyak kita lihat akun yang melakukan pelanggaran, penyerangan dan mempovokasi tidak bertuan semua,” kata Mon Rezi, Senin (23/11/20).

Baca Juga :  Rekomendasi Golkar Turun ke Cek Endra di Pilgub Jambi

Akun-akun tidak resmi (anonim) ini justru berpotensi menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian dan menyerang kandidat.

Ia pun tak bisa menyimpulkan apakah keberadaan akun anonim itu dimobilisasi oleh tim sukses paslon atau orang antah berantah yang memang ingin melakukan fitnah, agitasi, atau ujaran kebencian.

Permasalahannya, lanjut Rezi sulit bagi Bawaslu untuk melacak ataupun menurunkan konten akun anonim itu.

“Kadang-kadang akun yang bandel dan liar ini juga susah dilacak,” ucap Kordiv PHL Bawslu Tanjab Batat ini.

Baca Juga :  Berdayakan UMKM dan Leadership di Hari Perempuan Internasional, Sinar Mas Gandeng Pijar Foundation - EdHeroes dan Pemuda 

Rezi menyebut, proses ‘take down‘ konten hoaks atau provikatif akun anonim harus melalui sejumlah tahapan yang memakan waktu.

Sementata, proses Pilkada 2020 mengharuskan penyelenggara bekerja dengan cepat.

Oleh karena itu, kata dia, hal ini menjadi tantangan yang harus diatasi bersama.

“Jadi tantangannya di situ juga, ini jadi persoalan kita semua,” katanya.(*/JN)

Share :

Baca Juga

Pilkada

KPU Tanjabbar Rekrut Ribuan Petugas KPPS dan PAM TPS

Pilkada

Beredar Foto CE dan Ratu di Kantor DPP PDI Perjuangan, Pertanda Apa?

Pilkada

Hairuddin, Kampanye Dimulai Setelah Penetapan Pasangan Calon

Pilkada

Jelang Pilkada 2024, DPC PPP Tanjabbar Buka Penyaringan Bacalon

Batanghari

Pilbup Batanghari, Yuninnta-Mahdan Resmi Kantongi Tiket Golkar

Pilkada

Rekomendasi Golkar Turun ke Cek Endra di Pilgub Jambi

Pilkada

Terima SK Pensiun Dini, Katamso Nyatakan Siap Dampingi UAS di Pilkada Tanjabbar

Pilkada

Sebagai Kader Murni, Safrial Belum Dapat Dukungan PDIP di Pilgub Jambi

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/