Kabag Prokopim Tanjabbar Tepis Isu Jual Beli Jabatan Terima TPP Tiap Bulan, Kinerja Kabid PKS Kesbangpol Tanjabbar di Sorot Danrem 042/Gapu Ikuti Vicon Dengan Kasum TNI Bahas Pencapaian Dosis Vaksinasi Dihantam Tugboat Maju Jaya, Dermaga Teluk Kempas Alami Kerusakan Rombak Kabinet, Wabup Hairan Lantik 14 Pejabat Eselon III dan IV

Home / Tanjabbar / Kesehatan

Jumat, 19 Maret 2021 - 13:22 WIB

Insentif Tak Kunjung Cair, Dokter Spesialis RS Daud Arif Mogok Kerja

TANJAB BARAT – Belasan Dokter Spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mulai hari ini Jum’at, (19/3/21) mogok kerja.

Aksi mogok kerja yang dilakukan dokter spesialis bukan tanpa alasan, karena terhitung dari bulan Juni tahun 2020 kemarin, sampai saat ini jasa pelayanan medis tak kunjung dibayarkan.

Terhadap hal ini, salah satu dokter spesialis RSUD Daud Arif, dr Budi menyebutkan bahwa dirinya bersama dengan rekan dokter spesialisnya melakukan mogok kerja mulai hari ini.

” Ya kita bersama dengan rekan dokter spesialis lainnya melakukan mogok kerja. Karena memang kita merasa hak kita tidak di penuhi. Jasa pelayanan kita tidak di bayarkan itu dari Juni tahun lalu (2020) sampai dengan Maret ini,” Ungkapnya.

Baca Juga :  Serbuan Vaksinasi Covid-19 Sasar Ribuan Prajurit di Jajaran Korem 042 Gapu

Ia menyampaikan bahwa, dokter spesialis akan melakukan mogok kerja ini sampai dengan jasa pelayanan mereka di bayarkan.

Sementara itu, saat ditanya terkait dengan pelayanan kepada pasien di RSUD Daud Arif, kata dr Budi untuk pelayanan emergency pihaknya tetap akan melayani.

” Kalo emergency tetap kita layani. Karena itu kan untuk kemanusiaan, itu pasti tetap kita layani. Tapi pasien kita alhamdulilah semuanya sudah ada yang balik, hanya paling ya perawatan biasa,” Katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Elfis Syahril terkait hal ini membenarkan jika mogok nya dokter spesialis RS Daud Arif dikarena belum dibayarkan nya jasa pelayanan mereka.

Baca Juga :  Hadir di Wisuda Khotmil Qur'an di Yayasan Ponpes Nurul Qur'an, Ini Pesan Bupati ke Santri

Ia menyebutkan bahwa, untuk pembayaran nya perlu proses dan proses nya sudah di lakukan pihaknya, Rabu (17/3/21) lalu.

“Nah karena kan semuanya kan ada prosesnya tuh. Jasa medis ini kan dihitung berdasarkan mereka melayani perpasien,” Kata Elfis.

Elfis mengatakan bahwa, ada tim khusus yang akan melakukan proses menghitung, kata dia kalaupun duitnya sudah masuk, namun hitungannya belum ada otomatis belum bisa bayarkan dari manajemen.

” Jadi menghitung menghitungkan dulu per masing-masing, berapa jasa mereka.” Pungkasnya.(*/hb)

Share :

Baca Juga

Covid-19

Kasus Karyawan PetroChina Positif Terkonfirmasi Covid-19 Bertambah

Tanjabbar

Bupati Panen Raya dan Pengolahan TPA Pemanfaatan Hasil Pupuk Organik

Tanjabbar

Bupati Minta CPNS Miliki Tanggung Jawab dan Bekerja Ikhlas

Tanjabbar

Habis Jam Kerja, Gaji Januari 2021 PNS Pemkab Tanjabbar Belum Cair

Tanjabbar

Pergi Dari Rumah, Pria di Tanjabbar di Temukan Tewas Dalam Parit

Tanjabbar

Puluhan Pegawai Kejari Tanjabbar di Vaksinasi.

Tanjabbar

Waspada La Nina, Begini Imbauan Kapolres Pada Jasa Transportasi Laut dan Nelayan

Covid-19

Besok Pemkab Tanjabbar Gelar Vaksinasi Untuk Ibu Hamil