KUALA TUNGKAL, JN – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat pondasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbasis sistem merit dan profesionalisme.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Ar-Riyadh, Kuala Tungkal, Rabu (11/02/2026) ini dibuka oleh Bupati Tanjung Jabung Barat yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si., didampingi,staf ahli pemkab Tanjabbar dan Kepala BPSDM Tanjabbar, Saldi, SH.
Dalam laporannya, Kepala BPSDM Tanjabbar, Saldi, SH., menyampaikan bahwa Bimtek ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan Permenpan Nomor 1 Tahun 2020. Sebanyak 46 peserta yang terdiri dari perwakilan Perangkat Daerah, Kecamatan, hingga RSUD, dikumpulkan untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan dokumen kepegawaian.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik dan fondasi kita untuk pemenuhan jabatan, peningkatan kompetensi, serta mewujudkan sistem merit yang transparan dan akuntabel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ujar Saldi dalam laporannya.
Anjab dan ABK sebagai Instrumen Vital
Asisten Administrasi Umum, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si., saat membacakan sambutan Bupati, menekankan bahwa Anjab dan ABK bukanlah sekadar rutinitas administratif. Keduanya adalah instrumen utama dalam menentukan efektivitas organisasi.
Beliau membedah bahwa Anjab berfungsi sebagai identitas jabatan yang mencakup uraian tugas dan wewenang, sementara ABK memastikan beban kerja setiap pegawai selaras dengan kapasitas yang tersedia.
“Tanpa Anjab dan ABK yang disusun secara akurat dan objektif, maka kebijakan kepegaweian akan berpotensi tidak tepat sasaran,” tegas Agus Sanusi.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa di era reformasi birokrasi, pemerintah daerah dituntut untuk lebih adaptif. Struktur organisasi harus mencerminkan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar pengisian jabatan formal semata.
Menuju Visi Berkah Madani
Melalui Bimtek yang menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jambi, Bagian Organisasi Setda Tanjabbar, dan Balai Bahasa Provinsi Jambi ini, diharapkan para peserta mampu mengatasi tantangan keterbatasan data dan dinamika tugas yang terus berkembang.
Agus Sanusi berharap para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan permasalahan di unit kerja masing-masing agar hasil dari Bimtek ini memberikan dampak nyata pada pencapaian visi dan misi pembangunan daerah.
“Saya berharap Bimtek ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk menyamakan persepsi agar pelaksanaan Anjab dan ABK berjalan optimal dan berkelanjutan, demi mencapai visi pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang Berkah Madani,” pungkasnya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 12 Februari 2026, dengan pembiayaan sepenuhnya bersumber dari APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun Anggaran 2026.









