TANJAB BARAT, JN – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bersama Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi, S.IP., M.Han., menghadiri peluncuran akbar operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Sabtu (16/5).
Acara yang dipusatkan secara nasional di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur tersebut diikuti oleh Wabup Katamso secara virtual dari lokasi KDKMP Kelurahan Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam. Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan berbasis desa di seluruh Indonesia, termasuk di bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketunggal.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa mega-proyek ekonomi kerakyatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Koperasi-koperasi ini diluncurkan dengan status siap tempur karena telah dilengkapi fasilitas super lengkap.
“Hari ini adalah tonggak bersejarah. Saya kira jarang ada negara yang mampu meresmikan lebih dari seribu koperasi sekaligus dengan fasilitas yang sudah lengkap,” ujar Presiden Prabowo bangga.
Pembangunan fisik raksasa ini dimulai sejak November 2025 lalu dan berhasil dirampungkan dalam waktu singkat, yakni tujuh bulan. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang mendampingi Presiden melaporkan bahwa saat ini sudah ada 9.294 bangunan fisik koperasi yang rampung di seluruh penjuru Indonesia, di mana 1.061 unit di antaranya resmi beroperasi penuh per hari ini.
Pemerintah pusat tidak main-main dalam menyuntikkan modal dan fasilitas bagi Koperasi Merah Putih. Berikut adalah infrastruktur dan kekuatan operasional yang langsung diterjunkan ke desa-desa:
| Sektor Fasilitas | Detail Dukungan Pemerintah |
| Infrastruktur Fisik | Gedung operasional modern dan gudang penyimpanan skala besar. |
| Logistik & Armada | Truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga untuk rantai distribusi. |
| Sumber Daya Manusia | Rekrutmen massal 30.000 manajer desa dan 5.476 manajer koperasi nelayan. |
| Target Agustus 2026 | 30.000+ koperasi beroperasi penuh sebelum 16 Agustus 2026. |
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kedaulatan pangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi krisis global.
“Survival bangsa bukan sekadar mencari yang lebih murah (melalui impor), tetapi soal ada atau tidak barangnya. Karena kita lebih dulu aman soal pangan, kita relatif lebih siap menghadapi krisis dunia,” tegas Presiden.
Sejalan dengan pusat, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi menyatakan kesiapan penuh jajaran TNI untuk mengawal pertahanan pangan di tingkat daerah. TNI siap bersinergi dengan Pemkab Tanjab Barat guna memastikan target pembangunan Koperasi Merah Putih di setiap desa tercapai tanpa kendala.
Peluncuran virtual di Bram Itam Kiri ini juga menjadi ajang konsolidasi penting yang dihadiri oleh jajaran elit legislatif dan eksekutif daerah, antara lain:
- Anggota DPRD Kabupaten Tanjab Barat
- Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) beserta jajaran
- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)
- Camat Bram Itam dan Lurah Bram Itam Kiri
- Para Kepala Desa, pendamping koperasi, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui hadirnya Koperasi Merah Putih ini, Pemkab Tanjab Barat optimis jalur distribusi pangan petani lokal akan semakin pendek, memangkas tengkulak, dan langsung mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. (red)









