Bupati Anwar Sadat Safari Jumat di Masjid Al-Muhajirin Desa Tanah Tumbuh DPD Partai Perindo Tanjabbar Serahkan Berkas Bacaleg ke DPW Provinsi Jambi Pustu di Jati Emas Bram Itam Bakal di Bangun diĀ  Tahun 2023 Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Sampaikan Hal Ini di Musrenbang Tingkat Kecamatan Batang Asam Wabup Tanjabbar Ikuti Wawancara Penilaian Penghargaan Paritrana Award Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2022

Home / Peristiwa

Selasa, 30 Juni 2020 - 14:54 WIB

Kejadiannya Lakalantas di Tanjab Barat dari Januari Sampai Juni, Ini Datanya

Kasat Lantas Polres Tanjabar IPTU Eko Suyoto

Kasat Lantas Polres Tanjabar IPTU Eko Suyoto

TANJAB BARAT – Dari Januari hingga Juni 2020 Satuan Polisi Lalulintas Polres Tanjung Jabung Barat (Satlantas Polres Tanjabar) mencatat terdapat 23 kasus dari kasus ini didominasi anak anak dibawah 18 tahun atau usia sekolah.

Hal ini dikatakan Kasat Lantas Polres Tanjabar IPTU Eko Suyoto, bahwa para korban lakalantas tersebut rata terlalu mengedepankan ego dalam berkendara.Rata rata yang terjadi kecelakaan anak di bawah umur atau anak pelajar.

“Terlalu memaksakan diri dalam berkendara misalnya mau memotong kendaraan lain, tetapi tidak tekejar, nah ini terkesan memaksakan atau mutar balik arah,” Sebutnya, Selasa (30/6/20)

Lebih lanjut Kasat Lantas menyebutkan,untuk kecelakaan banyak terjadi di wilayah Lintas Timur yang berada di kawasan Merlung dan sekitarnya.

“Lintas Timur itu ada sekitar 18 kasus dalam Januari sampai Juni 2020 ini,”Jelasnya.

Lanjut Eko, kemudian di susul dengan Kota Kuala Tungkal dengan jumlah lakalantas sekitar empat kejadian.

Baca Juga :  Bupati didampingi Wabup Tinjau Lokasi Kebakaran di Jalan Panglima

“Kota Kuala rada empat itu di Jalan Jambi Tungkal ,”Ujarnya.

Sedangkan di Januari kata dia, terdapat empat kasus kecelakaan dengan korban meninggal dua orang, dua luka berat dan luka ringan sebanyak 13 orang. “Kerugian materi Rp 28 jutaan,”sebutnya.

Untuk bulan Februari 2020 sendiri kata dia, terdapat enam kasus dengan rincian korban meninggal sebanyak satu orang.

“Luka berat ada 2 orang dan luka ringan sebanyak 12 orang.Kerugiannya sekitar Rp 35,2 juta,”Ucapnya.

Dijelaskan, dibulan maret 2020, terdapat empat kasus laka lantas dengan korban meninggal dua orang, luka berat satu orang dan luka ringan sebanyak empat orang.

“Kerugian material sekitar Rp 32,5 juta,”Sebutnya lagi.

Ditambahkannya, untuk April sendiri pihaknya mencatat terdapat enam kasus dengan rincian korban meninggal dua orang.

” Enam orang mengalami luka berat dan sembilan orang luka ringan. “Kerugian material Rp 99, 5 juta,”Imbuhnya.

Baca Juga :  Ini identitas Mayat Mengapung di Sungai Pengabuan.

Eko menambahkan sedangkan untuk bukan Mei sendiri terdapat dua kasus. Dari jumlah ini hanya terdapat luka ringan dengan kerugian mencapai Rp 3,4 juta.

Sementara itu di bulan Juni sendiri, terdapat satu kasus dengan rincian satu korban luka berat sedangkan untuk luka ringan tidak ada.

“Kerugian material sekitar Rp 15 juta total selama Januari sampai Juni terdapat kerugian material sekitar 213, 6 juta,”Tambahnya Lagi

Dari lakalantas yang terjadi di Tanjabar ini disebabkan kelalaian manusia atau kecerobohan manusia. Sedangkan untuk faktor alam seperti jalan rusak dan markah jalan atau yang lainnya tidak ada.

“Jadi dari semua korban kejadian laka lantas yang terjadi di Tanjab Barat ini kita data dari Januari sampai dengan Juni, meninggal 7 orang, luka berat 12 orang dan luka ringan 45 orang.”Pungkasnya.

“Ya rata rata faktor Kelalaian manusia mayoritas semua ini,” Timpalnya.(Mr)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Laka Maut di Tungkal Ulu, Satu Pengendara Tewas di Tempat

Peristiwa

Tenggelam di Sungai Pengabuan, 2 Warga Senyerang Masih Dalam Pencarian

Peristiwa

Laka di Merlung, 40 Penumpang Bus ALS Terjun ke Jurang

Peristiwa

Wabup Tinjau Lokasi Kebakaran Parit II Ujung

Peristiwa

Cuaca Ekstrem, Speedboat Tujuan Kuala Tungkal Pulau Kijang Alami Kecelakaan

Peristiwa

Istri Pamitan Pergi Kerja, Suami Gantung Diri

Peristiwa

Laka Tunggal, Mobil Vaksin Dinkes Tanjabbar Terguling di Betara

Peristiwa

BNNP Jambi Tembak Bandar Narkoba Asal Aceh di Muaro Jambi