Kasad Akan Merekrut Calon Prajurit dari Santri. Kota Kuala Tungkal di Landa Banjir Rob, Sejumlah Kendaraan ‘Mogok’ Cuaca Ekstrem, Speedboat Tujuan Kuala Tungkal Pulau Kijang Alami Kecelakaan Danrem 042/Gapu Terima Kunjungan Waasops Kasad Bidang Siapsat Melalui Pendayagunaan Koramil Model, Korem 042/Gapu Tingkatkan Profesionalisme Prajurit Apkowil

Home / Tanjabbar / Pemerintahan

Minggu, 24 Oktober 2021 - 10:47 WIB

Optimis 24 Sumur Bor Migas Milik Tanjabbar, Ahmad Jahfar: Tidak Ada Alasan Tanjabtim Mengklaim

TANJABBAR – Kisruh terkait 24 sumur bor diwilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sempat jadi kisruh antara Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ahmad Jahfar SH, pun angkat bicara.

Politisi Golkar ini, Optimis dan yakin jika 24 sumur bor yang diklaim oleh pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung timur itu tidak bisa dilakukan pembagian, karena kata dia memang sejak awal memang masuk wilayah peta Tanjung Jabung Barat.

” Apalagi setelah membaca komentar Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat di media yang mengatakan bahwa data yang dimiliki Tanjung Jabung Timur itu tidak ada sama sekali. Apalagi Penyampaian lisan TPBD Tanjab Timur sangat berbeda dengan kondisi di lapangan.” Kata Jahfar.

Ia menyebutkan bahwa, perselisihan antar dua Kabupaten yang terjadi pada saat ini memang hal yang tidak wajar terjadi. Melihat Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung timur merupakan satu rumpun pada awalnya.

Baca Juga :  Bupati Safrial Surati Presiden

” Terkait dengan persoalan perbatasan Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur. Semestinya kita mematuhi saja peta dan garis perbatasan yang ditetapkan sejak dulu. Bagaimanapun Tanjung Jabung Timur dulunya merupakan bagian dari Tanjung Jabung Barat, ” Sebutnya.

Demikian dijelaskan nya jika desa-desa yang disengketakan hari ini sejak dulu hingga saat ini adalah bagian dari administrasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, termasuk 24 sumur bor yang disengketakan.

” Dengan berbagai aspek. Mulai dari segi yuridis, administrasi, sejarah, selama ini tidak ada permasalahan. DBH itu selama ini kan masuk ke Tanjung Jabung Barat, oleh karena itu tidak ada alasan sebenarnya secara administrasi bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengklaim itu wilayah mereka,” Tegasnya.

Oleh karena itu dirinya mendukung penuh, tentang kejelasan yang saat ini diperjuangkan.

” Bupati harus tegas kukuh sikap dan kebijakan politiknya untuk mempertahankan wilayah Tanjung Jabung Barat tidak boleh lepas sedikitpun,” Tegas Jahfar.

Baca Juga :  Satres Narkoba Polres Tanjab Bekuk Dua Pengedar Sabu di Sungai Baung Pengabuan

Ia menyampaikan jika saat ini kondisi real di perbatasan itu mulai dari dana Desa kemudian anggaran APBD selama ini Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memperhatikannya. Artinya itu secara real yang memperdulikan wilayah itu adalah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

” Semenjak berpisah, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur daerah itu juga milik Kabupaten Tanjung Jabung Barat, nah sumur migas yang ada di situ selama ini juga DBH nya masuk ke Tanjung Jabung Barat.” Bebernya.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi Kabupaten Tanjung Jabung timur, mengklaim hal ini, karena dia penduduk disitupun yang ada di situ ktp-nya pun KTP Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

” Maka tidak ada alasan baik itu Kemendagri, pemerintah provinsi dan pemerintah Tanjung Jabung Timur untuk klaim wilayah itu menjadi wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” Pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Anwar Sadat Jadi Narasumber Seminar Al-Qur’an

Tanjabbar

Di Incar Sejak Lama, Bandar Narkoba Batang Asam di Bekuk Polisi

Tanjabbar

Bupati Tanjabbar Launching Transportasi Wisata Becak

Tanjabbar

Safari Jum’at di Dusun Mudo, Bupati dan Wabup Sambangi Masyarakat Miskin

Tanjabbar

Bupati Tanjab Barat Lepas 34 Calon Mahasiswa BUD Akamigas Cepu

Tanjabbar

Gubernur Jambi Support Program Bupati Tanjabbar

Tanjabbar

Bupati Safrial Hadiri Wisuda Sarjana STAI An-Nadwah Angkatan XV

Covid-19

Anak Usia 9 Tahun di Tanjabbar Terpapar Covid 19