DPRD dan Pemkab Tanjabbar Mulai Petakan Arah Pembangunan 2027 Lewat Paripurna KUA-PPAS Sulap Daun Resam Jadi Kain Bernilai Seni, UMKM Ecoprint Kuala Dasal Dipuji Bupati Anwar Sadat Duet Anwar Sadat – Katamso Salurkan Sembako hingga Santunan Kebakaran di Kuala Dasal Tak Hanya Sawit-Karet, Duet Anwar Sadat – Katamso Dorong Desa Jadi Sentra Hortikultura Modern Serunya Nobar di Rumdis Bupati Tanjab Barat, Rayakan Kemenangan Argentina Bersama Ratusan Warga

Home / Pemerintahan / Tanjabbar

Kamis, 17 November 2022 - 14:14 WIB

Bupati Anwar Sadat Buka Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini tengah gencar dalam menurunkan angka kasus stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag menghadiri acara Pembukaan Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati. Kamis (17/11/22).

Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag dalam sambutannya jelaskan bahwa stunting merupakan gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai.

” Saat ini permasalahan gizi secara nasional maupun global terutama pada anak balita dan ibu hamil masih terus meningkat, selain itu tingginya angka kekurangan energi kronik dan anemia pada ibu hamil, serta kasus stanting dan wasting.” Ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Tanjabbar Salurkan Insentif Bagi Petugas Syara’

Anwar Sadat menyebutkan, jika Kabupaten Tanjung Jabung Barat sendiri berdasarkan data riset kesehatan dasar memperlihatkan bahwa angka kejadian masalah gizi cenderung masih tinggi.

” Sementara sasaran pokok RPJMN kesehatan bidang gizi adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% dan prevalensi wasting menjadi 7% pada tahun 2024, ” Jelasnya.

Menurut Bupati, pelaksanaan rembuk stunting tingkat Kecamatan pada tahun 2022 ini merupakan lanjutan kegiatan konvergensi/pencegahan penurunan stunting yang sudah dimulai pada Tahun sebelumnya. Ditambahkannya, pada Tahun 2020 terdapat 10 Desa/Kelurahan lokus stunting, tahun 2021 terdapat 15 desa/kelurahan lokus stunting, dan pada tahun 2022 ini terdapat 15 Desa prioritas yang akan diintervensi pada tahun 2023 dan 2024, sehingga terdapat tambahan Desa/Kelurahan yang menjadi lokus stunting sebanyak 94 Desa/Kelurahan.

Baca Juga :  Wabup Himbau Masyarakat Jangan Coba Coba Bakar lahan.

” Harapannya dengan adanya kegiatan rembuk stunting ini seluruh perangkat terkait agar bersinergi dan memberi perhatian lebih serta fokus terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting sesuai dengan peran dan tugas masing-masing, ” Pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Untuk Kemajuan Tanjabbar, Bupati Anwar Sadat Siap Bersinergi dengan HMI

Pemerintahan

Kepemimpinannya di Hujat dan dikritik, UAS: Itu Hal Biasa, Kita Jawab Dengan Kerja Nyata

Pemerintahan

Bupati Tanjab Barat Tinjau Gedung Diklat, Rencanakan Relokasi Menjadi Balai Latihan Kerja di Pusat Kota

Covid-19

Pemkab Tanjabbar Akan Berlakukan Jam Malam

Pemerintahan

Al Haris Buka Festival Batanghari: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tanjabbar

Rumah Pasutri di Merlung Hangus Terbakar

Pemerintahan

Pantau Kinerja Pegawai, Pemkab Tanjabbar Luncurkan Aplikasi SIMEKA

Tanjabbar

Wujudkan WBBM, Imigrasi Kuala Tungkal Canangkan Pembangunan Zona Integritas

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/