Sinergi Emas Hulu Migas Jambi: Wabup Katamso dan Gubernur Al Haris Dorong Percepatan Realisasi PI 7% WK Jabung Wujudkan Transparansi dan Humanisme: Pemkab Tanjab Barat Komit Menindaklanjuti Catatan BPK RI dan Cari Solusi Nasib TKM Sinergi Strategis Pemkab Tanjab Barat & PT ASDP: Dorong Potensi PAD dan Tata Kelola Profesional Pelabuhan Kuala Tungkal Wujudkan Iklim Investasi Kondusif dan Keadilan Warga, Pemkab Tanjab Barat Dorong Penyelesaian Konflik Lahan Secara Damai Penyerahan Kontrak PPPK Paruh Waktu BKPSDM Tanjab Barat: Dorong Kinerja dan Tegaskan Sanksi Disiplin

Home / Pemerintahan / Tanjabbar

Kamis, 17 November 2022 - 14:14 WIB

Bupati Anwar Sadat Buka Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini tengah gencar dalam menurunkan angka kasus stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag menghadiri acara Pembukaan Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati. Kamis (17/11/22).

Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag dalam sambutannya jelaskan bahwa stunting merupakan gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai.

” Saat ini permasalahan gizi secara nasional maupun global terutama pada anak balita dan ibu hamil masih terus meningkat, selain itu tingginya angka kekurangan energi kronik dan anemia pada ibu hamil, serta kasus stanting dan wasting.” Ujarnya.

Baca Juga :  Divonis 1,5 Tahun Dalam Kasus Pencurian TBS, Budi Azwar Ajukan Banding

Anwar Sadat menyebutkan, jika Kabupaten Tanjung Jabung Barat sendiri berdasarkan data riset kesehatan dasar memperlihatkan bahwa angka kejadian masalah gizi cenderung masih tinggi.

” Sementara sasaran pokok RPJMN kesehatan bidang gizi adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% dan prevalensi wasting menjadi 7% pada tahun 2024, ” Jelasnya.

Menurut Bupati, pelaksanaan rembuk stunting tingkat Kecamatan pada tahun 2022 ini merupakan lanjutan kegiatan konvergensi/pencegahan penurunan stunting yang sudah dimulai pada Tahun sebelumnya. Ditambahkannya, pada Tahun 2020 terdapat 10 Desa/Kelurahan lokus stunting, tahun 2021 terdapat 15 desa/kelurahan lokus stunting, dan pada tahun 2022 ini terdapat 15 Desa prioritas yang akan diintervensi pada tahun 2023 dan 2024, sehingga terdapat tambahan Desa/Kelurahan yang menjadi lokus stunting sebanyak 94 Desa/Kelurahan.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Hadiri Peringatan HUT ke-76 Kabupaten Batanghari

” Harapannya dengan adanya kegiatan rembuk stunting ini seluruh perangkat terkait agar bersinergi dan memberi perhatian lebih serta fokus terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting sesuai dengan peran dan tugas masing-masing, ” Pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pemkab Tanjab Barat Gelar Coffee Morning Bersama Pimpinan dan Anggota DPRD

Ekonomi

Ketua DPRD Tanjabbar, Panen Raya Cabai Merah di Desa Lubuk Terentang

Karhutla

Bakar Lahan, Warga Pengabuan Di Tangkap Polisi

Pemerintahan

Hadiri Tasyakuran Ponpes AT Tibyan, Bupati Sampaikan Program Ini

Intro

Al Haris Resmikan Toko TPID di Pasar Siulak Kerinci: Upaya Kendalikan Harga Pangan

Pemerintahan

Pemkab Tanjabbar Beri Bonus Kepada Kafilah MTQ Berprestasi

Infrastruktur

Tuntutan Masyarakat Belum Terpenuhi, Pihak Balai Kebingungan

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat: Kehadiran Ribuan Jamaah Bukti Kecintaan, Momen Haul Harus Jadi Inspirasi Keimanan

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/