Bupati Anwar Sadat Safari Jumat di Masjid Al-Muhajirin Desa Tanah Tumbuh DPD Partai Perindo Tanjabbar Serahkan Berkas Bacaleg ke DPW Provinsi Jambi Pustu di Jati Emas Bram Itam Bakal di Bangun diĀ  Tahun 2023 Ketua Komisi III DPRD Tanjabbar Sampaikan Hal Ini di Musrenbang Tingkat Kecamatan Batang Asam Wabup Tanjabbar Ikuti Wawancara Penilaian Penghargaan Paritrana Award Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2022

Home / Pemerintahan / Tanjabbar

Kamis, 17 November 2022 - 14:14 WIB

Bupati Anwar Sadat Buka Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan

TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saat ini tengah gencar dalam menurunkan angka kasus stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag menghadiri acara Pembukaan Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati. Kamis (17/11/22).

Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag dalam sambutannya jelaskan bahwa stunting merupakan gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai.

” Saat ini permasalahan gizi secara nasional maupun global terutama pada anak balita dan ibu hamil masih terus meningkat, selain itu tingginya angka kekurangan energi kronik dan anemia pada ibu hamil, serta kasus stanting dan wasting.” Ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan PNS Tanjabbar Masuk Masa Pensiun

Anwar Sadat menyebutkan, jika Kabupaten Tanjung Jabung Barat sendiri berdasarkan data riset kesehatan dasar memperlihatkan bahwa angka kejadian masalah gizi cenderung masih tinggi.

” Sementara sasaran pokok RPJMN kesehatan bidang gizi adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% dan prevalensi wasting menjadi 7% pada tahun 2024, ” Jelasnya.

Menurut Bupati, pelaksanaan rembuk stunting tingkat Kecamatan pada tahun 2022 ini merupakan lanjutan kegiatan konvergensi/pencegahan penurunan stunting yang sudah dimulai pada Tahun sebelumnya. Ditambahkannya, pada Tahun 2020 terdapat 10 Desa/Kelurahan lokus stunting, tahun 2021 terdapat 15 desa/kelurahan lokus stunting, dan pada tahun 2022 ini terdapat 15 Desa prioritas yang akan diintervensi pada tahun 2023 dan 2024, sehingga terdapat tambahan Desa/Kelurahan yang menjadi lokus stunting sebanyak 94 Desa/Kelurahan.

Baca Juga :  Polres Tanjabbar Gelar Rapat Mitigasi Prediksi Resiko Bencana Hidrometrologi

” Harapannya dengan adanya kegiatan rembuk stunting ini seluruh perangkat terkait agar bersinergi dan memberi perhatian lebih serta fokus terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting sesuai dengan peran dan tugas masing-masing, ” Pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Kriminal

Kapolres Tanjabbar Sebut, Tidak Ada Toleransi Bagi Pengedar Narkoba

Sepakbola

Bupati Anwar Sadat Resmi Buka Open Turnamen Hamdani Cup VI Tahun 2022

Tanjabbar

Wakil Ketua DPRD Tanjabbar Jenguk Sekda Agus Sanusi

Pemerintahan

Tingkatkan Kualitas SDM, Bupati Anwar Sadat Buka Pelatihan Batik Canting Emas

Pilkada

Media Center Safrial Optimis, Rekom DPP PDIP untuk Pasangan FU-Safrial

Tanjabbar

Perum Bulog Kancab Kuala Tungkal, Gelar Pasar Murah Minyak Goreng

Tanjabbar

Apresiasi TMMD, Anwar Sadat: Kegiatannya Sangat Membantu Pembangunan Infrastruktur

Tanjabbar

Polres Tanjabbar Kerahkan 59 Personel Dalam Operasi Lilin 2020