Gebrakan Bupati Anwar Sadat: Dorong Produk UMKM Tanjab Barat Tembus Ritel Nasional! Siasati Keterbatasan Anggaran, Wabup Tanjab Barat Jajaki Peluang Pinjaman Daerah di RUPS Bank Jambi Kawal Tata Kelola Bank Jambi, Wabup Katamso Hadiri RUPS Penetapan Calon Komisaris Independen di Bandung Bupati Anwar Sadat Minta RT hingga Camat Kawal Validasi Data DTSEN 2026 Sentil Masalah Data Bansos, Bupati Anwar Sadat: Jangan Sampai Warga Sakit Ditolak Karena Administrasi!

Home / Kesehatan / Tanjabbar

Selasa, 8 Maret 2022 - 13:43 WIB

Bupati Tanjabbar Hadiri Sosialisasi RAN Percepatan Penurunan Angka Stunting Secara Virtual

TANJABBAR – Pemerintah Tanjung Jabung Barat, berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat, terkait percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tanjabbar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tanjabbar Drs H. Anwar Sadat, M.Ag saat menghadiri sosialisasi Pasti Rencana Aksi Nasional (RAN) percepatan penurunan angka stunting indonesia regional 1 yang digelar secara virtual zoom metting. Selasa (8/3/22).

Anwar Sadat menyebutkan bahwa, Kabupaten Tanjung Jabung Barat kurang lebih dengan populasi 321.471 jiwa, terdiri dari 13 Kecamatan, 20 kelurahan dan 114 Desa.

Dikatakannya, wilayah geografisnya berada dipesisir yang sangat berkaitan dengan stunting sanitasi dan air bersih. Untuk itu ia berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat, khususnya terkait sanitasi.

” Kita memerlukan dana yang cukup banyak terkait sanitasi, dari 114 desa ada 15 desa yang sangat memprihatinkan, mudahan-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah pusat.” Sebutnya.

Baca Juga :  163 CPNS Formasi 2019 Kabupaten Tanjab Barat Terima SK

Selain itu, air bersih dan air minum juga merupakan hal yang sangat vital bagi penurunan angka stunting, dikatakan dia sampai saat ini sangat sulit untuk melakukan pengeboran, karena air yang didapatkan belum memadai dan belum higienis untuk diminum.

” Pada tahun 2020 angka stunting di Tanjung Jabung Barat mencapai 44 %, ditahun 2022 ini kita sudah melakukan penurunan yang signifikan sekitar 19,8 %,” Ujarnya.

Ia pun memohon kepada pemerintah pusat bagi Kabupaten / Kota yang dapat melakukan penurunan stunting yang cukup tajam untuk diberikan aspresiasi,

” Sehingga kita mampu melakukan upaya-upaya masif lainnya untuk menekan angka stunting, khususnya di Tanjung Jabung Barat.” Ungkapnya.

Baca Juga :  UAS - Katamso Terima SK Deklarasi dari PKB Untuk Pilkada Tanjabbar

Sementara itu, Ketua panitia, Patona mengatakan BKKBN mendapat mandat sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting, percepatan ini adalah sebuah tugas besar yang menurutnya diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa bahkan masyarakat, yang mana Stunting regional 1 terdiri dari 8 Provinsi dan 86 Bupati/Walikota.

Ia menyebutkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ditetapkan target penurunan prevalensi stunting dari 24% menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.

” Percepatan penurunan stunting saat ini semakin dikebut, untuk capai target, pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, memiliki strategis dengan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting RAN PASTI.” Bebernya.(*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Pengurus KONI Tanjabbar Periode 2024-2028 Resmi dikukuhkan

Tanjabbar

Pererat Kemitraan, Kapolres Tanjabbar Ngopi Manis Bareng Wartawan

Covid-19

Pembatasan Jam Malam, Wabup Hairan Patroli Bersama Satgas Covid-19

Tanjabbar

Pengumuman Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Tahun 2020

Peristiwa

Polisi Ringkus Anak Pembunuh Orang Tua di Teluk Nilau

Politik

Fraksi Gerindra Setuju Terkait Raperda Tentang APBD Tanjabbar Tahun Anggaran 2023

Tanjabbar

Tanjab Barat Raih Peringkat Pertama Kategori Aksi Konvergensi 1-4 Pencegahan dan Penurunan Angka Gizi Buruk

Pemerintahan

Jadi Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat Evaluasi Pejabat Tunjukan Kinerja

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/