DPRD dan Pemkab Tanjabbar Mulai Petakan Arah Pembangunan 2027 Lewat Paripurna KUA-PPAS Sulap Daun Resam Jadi Kain Bernilai Seni, UMKM Ecoprint Kuala Dasal Dipuji Bupati Anwar Sadat Duet Anwar Sadat – Katamso Salurkan Sembako hingga Santunan Kebakaran di Kuala Dasal Tak Hanya Sawit-Karet, Duet Anwar Sadat – Katamso Dorong Desa Jadi Sentra Hortikultura Modern Serunya Nobar di Rumdis Bupati Tanjab Barat, Rayakan Kemenangan Argentina Bersama Ratusan Warga

Home / Kesehatan / Tanjabbar

Selasa, 8 Maret 2022 - 13:43 WIB

Bupati Tanjabbar Hadiri Sosialisasi RAN Percepatan Penurunan Angka Stunting Secara Virtual

TANJABBAR – Pemerintah Tanjung Jabung Barat, berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat, terkait percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tanjabbar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tanjabbar Drs H. Anwar Sadat, M.Ag saat menghadiri sosialisasi Pasti Rencana Aksi Nasional (RAN) percepatan penurunan angka stunting indonesia regional 1 yang digelar secara virtual zoom metting. Selasa (8/3/22).

Anwar Sadat menyebutkan bahwa, Kabupaten Tanjung Jabung Barat kurang lebih dengan populasi 321.471 jiwa, terdiri dari 13 Kecamatan, 20 kelurahan dan 114 Desa.

Dikatakannya, wilayah geografisnya berada dipesisir yang sangat berkaitan dengan stunting sanitasi dan air bersih. Untuk itu ia berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat, khususnya terkait sanitasi.

” Kita memerlukan dana yang cukup banyak terkait sanitasi, dari 114 desa ada 15 desa yang sangat memprihatinkan, mudahan-mudahan ini menjadi perhatian pemerintah pusat.” Sebutnya.

Baca Juga :  Cegah Karhutla, LSM JPK Minta Peran Serta Masyarakat dan Perusahaan

Selain itu, air bersih dan air minum juga merupakan hal yang sangat vital bagi penurunan angka stunting, dikatakan dia sampai saat ini sangat sulit untuk melakukan pengeboran, karena air yang didapatkan belum memadai dan belum higienis untuk diminum.

” Pada tahun 2020 angka stunting di Tanjung Jabung Barat mencapai 44 %, ditahun 2022 ini kita sudah melakukan penurunan yang signifikan sekitar 19,8 %,” Ujarnya.

Ia pun memohon kepada pemerintah pusat bagi Kabupaten / Kota yang dapat melakukan penurunan stunting yang cukup tajam untuk diberikan aspresiasi,

” Sehingga kita mampu melakukan upaya-upaya masif lainnya untuk menekan angka stunting, khususnya di Tanjung Jabung Barat.” Ungkapnya.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Support Program Bupati Tanjabbar

Sementara itu, Ketua panitia, Patona mengatakan BKKBN mendapat mandat sebagai ketua pelaksana percepatan penurunan stunting, percepatan ini adalah sebuah tugas besar yang menurutnya diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa bahkan masyarakat, yang mana Stunting regional 1 terdiri dari 8 Provinsi dan 86 Bupati/Walikota.

Ia menyebutkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ditetapkan target penurunan prevalensi stunting dari 24% menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang.

” Percepatan penurunan stunting saat ini semakin dikebut, untuk capai target, pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, memiliki strategis dengan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting RAN PASTI.” Bebernya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemudik Melalui Pelabuhan Roro Kuala Tungkal Meningkat

Covid-19

Isu Pemotongan TPP ASN, Terkait Vaksinasi, Bupati Sebut Tidak Benar

Tanjabbar

Tanjab Barat Masuk Predikat Tinggi dalam Pelayanan Publik oleh Ombudsman

Politik

Ketua DPRD Tanjabbar Tampung Aspirasi Masyarakat Desa Pematang Lumut

Pemerintahan

Pantau Kinerja, Bupati Tanjabbar Berlakukan Fakta Integritas Bagi Pejabat

Tanjabbar

Bupati Sebut Skema Ranperda APBD 2021 Alami Perubahan Singnifikan

Pemerintahan

Bupati Anwar Sadat Hadiri Haul ke-12 Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahhab dan Masyaikh

Industri

Bupati Harapkan, Sentral Industri Kelapa Dalam Tanjabbar Bisa Bersaing

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/