Recha Oktaviani Safitri, Mahasiswi Berprestasi Asal Tanjabbar, Wakili Lulusan di Wisuda Universitas Baiturrahim Jambi pacu Kinerja ASN & PPPK, Sekda Hermansyah Tegaskan Syarat Mutlak Perpanjangan Kontrak 2027 Minimal Berpredikat Baik Kobarkan Semangat Santri, Bupati Anwar Sadat Buka Perlombaan Antarponpes se-Tanjab Barat Sambut HSN 2026 Penguatan Fasilitas Kesehatan Tanjab Barat, Pemkab Pastikan Layanan Medis Tanggap Asap Terintegrasi Hingga Tingkat Puskesmas Tinjau Pasien ISPA di RSUD Daud Arif, Bupati Anwar Sadat Pastikan Tren Kasus Mengalami Penurunan

Home / Tanjabbar

Senin, 20 Juni 2022 - 18:18 WIB

Pembeli Hewan Qurban Menurun, Harga Jual Sapi Mengalami Kenaikan

TANJABBAR – Walaupun ditemukan kasus virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak sapi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, namun Peternak dan penjual hewan berkaki empat ini masih tetap aman dan tidak berpengaruh bagi para pembeli.

Hal itu, seperti yang dituturkan salah satu peternak sapi dan kambing di Kuala Tungkal, Ismail. Ia menyebutkan memang saat ini kasus virus PMK sedang marak terjadi pada ternak sapi disebagian daerah. Namun bukan berarti berpengaruh terhadap penjualan nya.

” Sejauh ini tidak berpengaruh pembeli masih aman seperti biasa,” Ujarnya.

Namun ia mengakui, memang saat ini daya pembeli mengalami penurun, hal tersebut terjadi sejak musim Corona terkhusus menjelang Idul Adha.

” Sebelum terjadi covid 19 permintaan bisa mencapai 60 ekor saat jelang lebaran, namun seperti saat ini baru 30 ekor. Kalau masalah PMK tidak ngaruh lah ini,” Ungkapnya.

Baca Juga :  Sekda Tanjabbar Buka Secara Resmi Rapat TIMPORA

Untuk mengantisipasi PMK terhadap hewan ternaknya, sejauh ini, kata Ismail pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabbar bersama dokter hewan telah melakukan pengecekan kesehatan ke para pertenak yang ada.

” Alhamdulillah ternak kita tidak ditemukan semacam penyakit PMK, karena ternak kita telah di suntik obat anti body untuk memperkuat tubuh hewan. Kalau vaksin memang belum ada,” Bebernya.

Sedangkan untuk harga walaupun pembeli menurun. Namun harga sapi mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Yang mana kenaikan itu, kita dia dari harga Rp14 juta perekor menjadi Rp16 juta, kemudian harga Rp15 juta menjadi Rp17 perekor dan harga Rp16 juta menjadi Rp18 juta perekor.

Baca Juga :  Gunakan Jalur Laut, Sejumlah Masyarakat Mulai Mudik Lebih Awal

” Kenaikan terjadi di tahun ini, tambah lagi peminat juga menurun. Sapi yang harga Rp 16 juta bisa mencapai daging bersihnya sekitar 60 kg. Sedangkan yang harga Rp18 juta daging bersih bisa mencapai 90 kg,” Ungkapnya.

Ia menyebut, Sapi yang ada dikandangnya saat ini diambil ke sejumlah daerah baik dalam Kabupaten Tanjabbar maupun daerah luar.

” Ada dari Senyerang, Sabak dan Kota Jambi sebrang. Sejauh ini pesanan untuk Idul Ahda sapi yang ada dikandang mencapai 30 ekor,
kesehatan semuanya kita jamin sampai hari H idul adha.” Tutupnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Puluhan anggota Polres Tanjabbar di Tes Urine

Tanjabbar

Bupati Safrial Serahkan Paket Zakat Konsumtif dan Beasiswa BAZNAS

Pemerintahan

Pjs. Bupati Tanjabbar Kunker dan Safari Jumat di Desa Teluk Kulbi

Tanjabbar

Panwascam Senyerang Lantik 61 Anggota Pengawas TPS

Pemerintahan

Meriahkan Ramadhan, Bupati Tanjabbar Buka Festival Arakan Sahur Minggu ke Dua

Tanjabbar

KBM di Tanjabbar Masih dilakukan Secara Daring

Kriminal

Polres Tanjabbar Aman 6 Tersangka Penyelundupan Benur ke Luar Negeri

Kesehatan

DPRD Tanjabbar Gelar Vaksinasi Booster ke Seluruh Anggota dan Staf

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/