Recha Oktaviani Safitri, Mahasiswi Berprestasi Asal Tanjabbar, Wakili Lulusan di Wisuda Universitas Baiturrahim Jambi pacu Kinerja ASN & PPPK, Sekda Hermansyah Tegaskan Syarat Mutlak Perpanjangan Kontrak 2027 Minimal Berpredikat Baik Kobarkan Semangat Santri, Bupati Anwar Sadat Buka Perlombaan Antarponpes se-Tanjab Barat Sambut HSN 2026 Penguatan Fasilitas Kesehatan Tanjab Barat, Pemkab Pastikan Layanan Medis Tanggap Asap Terintegrasi Hingga Tingkat Puskesmas Tinjau Pasien ISPA di RSUD Daud Arif, Bupati Anwar Sadat Pastikan Tren Kasus Mengalami Penurunan

Home / Pemerintahan / Tanjabbar

Jumat, 26 November 2021 - 16:05 WIB

Tegas, Pemkab Tanjabbar Tuntut Hal Ini ke SKK Migas

TANJABBAR – Pemkab Tanjung Jabung Barat, meminta SKK migas lebih transparansi dan insentif khusus nya kepala daerah penghasil Migas.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil bupati Tanjung Jabung Barat, Hairan SH saat berdiskusi dengan PT QIS Indonesia Sejahtera ( QComm ). Membahas studi independen dari SKK Migas, yang dilakukan secara virtual di ruang rapat Kantor Bupati Tanjabbar, Jumat (26/11/21).

Pada kesempatan itu, Wabup mecerca Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait transparansi penghasilan minyak di 200 titik yang ada di wilayahnya.

Selain itu, sejumlah pertanyaan juga di lontarkan nya kepada SKK Migas salah satunya terkait daerah penghasil Migas.

” Pemkab Tanjabbar meminta adanya transparansi serta insentif khusus bagi daerah penghasil Migas dari SKK Migas.” Tegasnya.

“ Dari 200 lebih titik, sumur yang produktif berapa? yang tidak menghasilkan berapa? hasilnya berapa sebulan? yang distok berapa? data detail itu yang sampai sekarang kami tidak ada,” Bebernya.

Baca Juga :  Elektronik Rusak Akibat Voltase Naik Turun, Pelanggan Pertanyaan Kompensasi dari PLN

Ia kembali menegaskan jika hal tersebut tidak transparan daerah penghasil Migas seperti Tanjabbar, tidak ada bedanya dengan daerah yang tidak menghasilkan Migas.

” Terus apa untungnya kami sebagai penghasil Migas jika kami tidak menikmati hasil. Jangan sampai pepatah bagaikan ayam mati di lumbung padi berlaku untuk Tanjabbar,” Ungkapnya.

Kepada SKK migas, Hairan menuntut agar insentif untuk Tanjabbar dibedakan dengan daerah yang tidak menghasilkan Migas. Menurutnya hal itu wajar sebagai daerah yang memiliki ke istimewaan dibidang Sumber Daya Alam (SDA) dalam hal ini minyak.

“ Kami penghasil migas harus ada perbedaan dengan daerah yang tidak menghasilkan Migas, selain itu tenaga kerja lokal juga wajib dijadikan pertimbangan,“ Pintanya.

Dikatakan nya antara SKK Migas dan Pemkab Tanjabbar, seharusnya ada juri atau wasit dari Kementrian ESDM.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Resmikan Penggunaan Hall Badminton Sarja Arya Racana Polres Tanjab Barat

” Minimal Dirjen jika ada kesalahan ada yang menyetop atau menegur, saat ini kan kami kekanan, SKK Migas ke kiri memang harus ada wasitnya.” Sebutnya.

Sementara Kepala Bapeda Tanjabbar, Firdaus Khattab menyoroti jika selama ini sangat sulitnya melakukan komunikasi antara Pemkab Tanjabbar dan pihak SKK Migas.

” Selama ini kami merasa dipersulit dari hal komunikasi. Anehnya saat ini kami merupakan penghasil Migas terbesar di Provinsi Jambi, akan tetapi masyarakat kami susah dapat Gas,” Tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kabag SDA, Suparti. Ia menyingung peran SKK Migas di Tanjabbar yang masih dinilai minim. Sebab itulah pihaknya meminta agar ada ke istimewaan untuk Tanjabbar.

” Kewenangan SKK Migas tidak ada di Kabupaten, bahkan saat terjadinya pencemaran lingkungan dan konflik, SKK Migas terkesan bungkam.” Pungkasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Peringati Harlah Kemenkumham ke 78, Kantor Imigrasi Kelas II dan Lapas Kuala Tungkal Upacara Bersama

Tanjabbar

Bupati dan Jajaran FKPD Tanjabbar Sambut Kunken Danlanan Palembang

Pemerintahan

Kelurahan Mekar Jaya Masuk 5 Besar Terbaik di Regional I Sumatera

Covid-19

Imlek di Tengah Pandemi, Umat Tionghoa Doakan COVID-19 Segera Sirna

Pendidikan

KBM Tatap Muka di Tanjabbar Mulai di Laksanakan Besok

Tanjabbar

Di Tetapkan Tersangka Pembakaran Lahan, Warga Pengabuan di Denda 10 M

Kriminal

Selama 2021, Kasus Laka di Tanjabbar Meningkat, Puluhan Korban Meninggal Dunia

Pemerintahan

Safari Jum’at di Purwodadi, Bupati Serahkan Ini

https://iplwin-login.in/

deposit 25 bonus 25

https://joetourist.ca/