Tarif Air Naik Hingga 100 Persen, Dirut PDAM Bilang Sesuai Perda Berlaga di Piala Suratin Cup U-13 dan 15, Wawako Sungai Penuh Beri Support Tim Persikota Tarif PDAM Tirta Pengabuan Naik 100%, Pelanggan Mengeluh Resmikan Gedung Bersama, Bupati Berharap Mempermudah Urusan Masyarakat Gernas BBI, Bupati Anwar Sadat Kenalkan Produk UMKM Tanjabbar ke Sejumlah Menteri

Home / Tanjabbar / Politik

Selasa, 2 Februari 2021 - 20:05 WIB

Kecewa Soal Rapat Tertutup, Fraksi PAN Pilih Walk Out

TANJAB BARAT – Rapat Dengar Pendapat antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dengan Pemkab Tanjabbar berlangsung alot, rapat yang seharusnya dilaksanakan secara terbuka untuk umum, nyata harus tertutup.

Perdebatan soal rapat terbuka atau tertutup pun hampir berlangsung selama satu jam, pimpinan rapat Sjafril Simmamora inginkan rapat dilangsungkan terbuka. Namun pemkab yang diwakili sekda Tanjabbar Agus Sanusi

” Setau kami ini rapat banggar yang tertutup.
Intinya rapat ini terbuka. Saya heran dengan pak sekda, saya tau bapak orang yang disipilin dengan aturan tapi kenapa hari ini bapak seperti itu,” Kata Ucok Mora sapaan akrab Sjafril Simmamora.

lantaran dirinya merasa tidak bisa menjadi pimpinan rapat lantaran rapat yang awalnya terbuka kini menjadi tertutup berdasarkan polling dari anggota dewan yang hadir. Politisi Partai Amanat Nasional ini pun pilih Walk Out dari ruang rapat bersama Fraksi PAN lainnya.

Baca Juga :  Gubernur Fachrori Buka Rakerwil DPW IKM Provinsi Jambi

Ia menyebutkan bahwa, agenda dengar pendapat soal mutasi pegawai yang di duga menyalahi aturan baik aturan perundang-undangan maupun surat edaran menteri. Seharusnya berlangsung secara terbuka bukan secara tertutup.

” Saya sebagai pimpinan sangat kecewa untuk apa forum ini di tutup. Kita ini kan masyarakat sudah tau (persoalannya). Aturan tartib kami juga sudah jelas itu rapat dengar pendapat terbuka. Alasan dia (sekda) itu tidak masuk akal,” Kesalnya.

Sementara itu, terkait dengan Sekda yang tetap mempersoalkan perihal undangan, Ucok Mora bahkan berspekulasi bahwa ada suatu hal yang ditutup-tutupi dan menimbulkan kecurigaan. Padahal kata Ucok Mora pihaknya hanya ingin mendapatkan penjelasan.

Baca Juga :  1.617 Vaksin Sinovac Akan Tiba ke Tanjabbar

” Ini kan masalah ULP, ini jadi tanda tanya kami ini, kami curiga apa dia di non job kan karena tidak melaksanakan tugas bupati makanya di pecat atau di mutasi,” Kata Ucok.

” Kami cuma minta menjelaskan saja permasalahannya dan ini tidak bisa mesti harus tertutup. Biar publik tau. Kalau kita tertutup mungkin kawan-kawan dan masyarakat analisanya lain lagi, kenapa ini di tutup. Biarkan masyarakat berspekulasi,” Timpalnya sembari meninggalkan ruang rapat.(*/Hb)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Berpolitik Santun dan Cerdas, Ini Pesan Ketua DPD Perindo Tanjabbar ke Pengurus

Tanjabbar

Polres Tanjabbar Luncurkan Program Pelampung Polri

Tanjabbar

Dilanda Banjir, Predator Ganas Muncul di Perkebunan Warga Bram Itam

Tanjabbar

Didampingi Istri, Bupati Anwar Sadat Buka Pelatihan Pembuatan Batik

Tanjabbar

Bupati Tanjabbar dan Bupati Batanghari Tandatangani Kerjasama Antar Daerah

Tanjabbar

Jelang Akhir Jabatan Bupati Safrial, Seluruh Desa di Tanjabbar Teraliri Listrik

Daerah

Sekda Tanjabbar Sampaikan Nota Rancangan KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2020

Tanjabbar

Sekda Agus Sanusi Jadi Plh Bupati Tanjabbar