LIVE TV
Untuk Kemajuan Tanjabbar, Bupati Anwar Sadat Siap Bersinergi Dengan HMI Polda Jambi Imbau Warga Tak Lakukan VCS Cegah Masyarakat Tidak Bakar lahan, Polres Tanjabbar Buat Program ini Selama 2020, Tercatat Ada 16 Kasus Karhutla di Tanjabbar UAS – Hairan Siapkan Program Kerja 99 Hari

Home / Tanjabbar / Politik

Selasa, 2 Februari 2021 - 20:05 WIB

Kecewa Soal Rapat Tertutup, Fraksi PAN Pilih Walk Out

TANJAB BARAT – Rapat Dengar Pendapat antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dengan Pemkab Tanjabbar berlangsung alot, rapat yang seharusnya dilaksanakan secara terbuka untuk umum, nyata harus tertutup.

Perdebatan soal rapat terbuka atau tertutup pun hampir berlangsung selama satu jam, pimpinan rapat Sjafril Simmamora inginkan rapat dilangsungkan terbuka. Namun pemkab yang diwakili sekda Tanjabbar Agus Sanusi

” Setau kami ini rapat banggar yang tertutup.
Intinya rapat ini terbuka. Saya heran dengan pak sekda, saya tau bapak orang yang disipilin dengan aturan tapi kenapa hari ini bapak seperti itu,” Kata Ucok Mora sapaan akrab Sjafril Simmamora.

lantaran dirinya merasa tidak bisa menjadi pimpinan rapat lantaran rapat yang awalnya terbuka kini menjadi tertutup berdasarkan polling dari anggota dewan yang hadir. Politisi Partai Amanat Nasional ini pun pilih Walk Out dari ruang rapat bersama Fraksi PAN lainnya.

Baca Juga :  Danrem 042 Gapu Minta Masyarakat Jambi Patuhi Protokol Kesehatan

Ia menyebutkan bahwa, agenda dengar pendapat soal mutasi pegawai yang di duga menyalahi aturan baik aturan perundang-undangan maupun surat edaran menteri. Seharusnya berlangsung secara terbuka bukan secara tertutup.

” Saya sebagai pimpinan sangat kecewa untuk apa forum ini di tutup. Kita ini kan masyarakat sudah tau (persoalannya). Aturan tartib kami juga sudah jelas itu rapat dengar pendapat terbuka. Alasan dia (sekda) itu tidak masuk akal,” Kesalnya.

Sementara itu, terkait dengan Sekda yang tetap mempersoalkan perihal undangan, Ucok Mora bahkan berspekulasi bahwa ada suatu hal yang ditutup-tutupi dan menimbulkan kecurigaan. Padahal kata Ucok Mora pihaknya hanya ingin mendapatkan penjelasan.

Baca Juga :  Rapat Pleno, KPU Tanjabbar Tetapkan UAS- Hairan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

” Ini kan masalah ULP, ini jadi tanda tanya kami ini, kami curiga apa dia di non job kan karena tidak melaksanakan tugas bupati makanya di pecat atau di mutasi,” Kata Ucok.

” Kami cuma minta menjelaskan saja permasalahannya dan ini tidak bisa mesti harus tertutup. Biar publik tau. Kalau kita tertutup mungkin kawan-kawan dan masyarakat analisanya lain lagi, kenapa ini di tutup. Biarkan masyarakat berspekulasi,” Timpalnya sembari meninggalkan ruang rapat.(*/Hb)

Share :

Baca Juga

Tanjabbar

Polisi Amankan 4 Pelaku Pengedar Uang Palsu di Kuala Tungkal

Politik

Tunggu SK Gubernur, PAW Hairan diganti Bunga

Tanjabbar

Diduga Ada Pangkalan Gas Elpiji Nakal di Kuala Tungkal

Tanjabbar

Diambil Sumpah, Jamilah dan Bunga Resmi Jadi Anggota DPRD Tanjabbar

Tanjabbar

Bupati Safrial Resmikan Bank 9 Jambi di Kecamatan Tebing Tinggi

Tanjabbar

Vaksin Sinovac Akan Tiba di Tanjabbar Awal Februari

Tanjabbar

Akses ke Arab Saudi di Tutup, Bagi Jamaah Umrah

Covid-19

Kasus Karyawan PetroChina Positif Terkonfirmasi Covid-19 Bertambah